Hadiri HUT ke-10 Marga Wang, Ketum PSMTI Wilianto Tanta
Ketua Umum Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 sekaligus pelantikan pengurus periode ketiga Perkumpulan Marga Wang Indonesia di Suncity, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan pentingnya memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Wilianto, yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026-2030 pada Musyawarah Nasional (Munas) VIII September lalu, menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu dekade organisasi marga Wang tersebut. Ia juga mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Kita boleh berasal dari marga dan latar belakang yang berbeda, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga persaudaraan, merawat kerukunan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.
Perkumpulan marga merupakan organisasi sosial tradisional berbasis kekerabatan dalam komunitas Tionghoa Indonesia. Organisasi semacam ini didirikan berdasarkan ikatan marga tertentu atau asal daerah di Tiongkok, berfungsi sebagai wadah persaudaraan dan bantuan sosial bagi anggotanya.
Organisasi Dibangun dari Kepedulian, Bukan Sekadar Struktur
Dalam sambutannya, Wilianto menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi kemasyarakatan tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau susunan kepengurusan. Hal yang lebih penting adalah rasa saling percaya, kepedulian, dan semangat gotong royong di antara anggotanya.
Menurut Wilianto, persaudaraan tidak boleh berhenti sekadar menjadi semboyan. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan, dan aksi konkret di tengah masyarakat.
Ia berpesan kepada pengurus baru agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Mendorong Sinergi Lintas Organisasi
Selain mempererat hubungan internal, Wilianto mendorong Perkumpulan Marga Wang Indonesia untuk membangun sinergi dengan organisasi lain, termasuk PSMTI dan elemen masyarakat lainnya. Menurutnya, keberagaman latar belakang justru menjadi kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis jika diiringi rasa saling menghormati.
PSMTI sendiri telah tersebar di 33 provinsi dan 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan sekretariat pusat di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Organisasi yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 ini bergerak di bidang sosial, budaya, dan kemasyarakatan tanpa terlibat dalam politik praktis.
Pada Munas VIII yang diselenggarakan 4-6 September 2026 di Redtop Hotel & Convention Center Jakarta, PSMTI resmi mengubah nama dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia menjadi Paguyuban Seluruh Marga Tionghoa Indonesia. Perubahan nama ini menegaskan identitas dan misi organisasi sebagai forum pemersatu seluruh marga Tionghoa di Indonesia. Munas tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 30 provinsi dan 260 kabupaten/kota, dengan lebih dari 700 kader PSMTI hadir.
Wilianto berharap organisasi berbasis marga dapat mengambil peran strategis dalam beberapa hal:
- Mempererat kekeluargaan dan melestarikan nilai-nilai budaya
- Meningkatkan kepedulian sosial melalui program-program yang tepat sasaran
- Membina generasi muda serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman bangsa
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Acara perayaan satu dekade dan pelantikan pengurus Perkumpulan Marga Wang Indonesia berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional serta pemimpin organisasi Tionghoa Indonesia.
Hadir dalam acara tersebut Veronica Tan, yang dilantik sebagai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 21 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia mendampingi Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Tokoh lain yang hadir antara lain Didi Dawis, Ketua Umum Perhimpunan Fujian Indonesia, salah satu organisasi komunitas Tionghoa Indonesia terbesar yang anggotanya diperkirakan mewakili sekitar setengah atau lebih populasi Tionghoa Indonesia. Turut hadir pula Rusli Gunawan, Ketua Umum Persatuan Guangdong Indonesia, serta David Herman Jaya, Abdul Alek Soelystio, Pui Sudarto, dan para tokoh masyarakat lainnya.
Momentum perayaan 10 tahun ini diharapkan menjadi titik awal bagi Perkumpulan Marga Wang Indonesia untuk terus berkembang, memperluas kolaborasi, dan konsisten berkontribusi dalam memperkokoh persatuan bangsa.












