Sosial

3 menit baca

Ratna Sari

Uni Soviet dan Model Penyediaan Hunian Massal Lewat Khrushchyovka

Uni Soviet pernah menerapkan strategi penyediaan hunian murah berskala besar melalui kompleks Khrushchyovka, model rusun sederhana yang efektif menekan tunawisma di era sosialisme-komunisme.

5ff9cc2219a12.jpg

Mengenal Khrushchyovka

Krisis perumahan merupakan tantangan yang dihadapi berbagai negara di dunia. Pemerintah di berbagai belahan dunia menerapkan kebijakan yang berbeda untuk memastikan warga memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Salah satu contoh penyediaan hunian yang pernah diterapkan secara masif adalah program yang dikembangkan oleh Uni Soviet. Negara dengan sistem sosialisme-komunisme ini mengembangkan strategi penyediaan hunian murah dalam skala besar melalui bangunan yang dikenal dengan nama Khrushchyovka.

Hunian ini menjadi bagian integral dari upaya Uni Soviet memenuhi kebutuhan tempat tinggal jutaan warganya. Meskipun sering menjadi bahan ejekan di negara-negara Barat karena desainnya yang sederhana, kaku, dan seragam, keberadaan Khrushchyovka terbukti sangat efektif dalam menekan persoalan tunawisma di negara tersebut.

Model hunian ini masih dapat dijumpai hingga kini di sejumlah negara bekas Uni Soviet, termasuk Rusia. Di Rusia, pemerintah bahkan menjalankan program pembongkaran sejumlah Khrushchyovka lama yang dianggap sudah tidak sesuai dengan kebutuhan, kemudian menggantinya dengan hunian baru sambil merelokasi penghuni lamanya.

Karakteristik Bangunan Khrushchyovka

Khrushchyovka merupakan kompleks hunian yang berkembang pada era Uni Soviet. Bangunannya memiliki karakter yang mudah dikenali: berbentuk blok, bertingkat, memiliki desain seragam, serta banyak berdiri di kawasan pinggiran kota.

Di Rusia dan sejumlah negara pecahan Uni Soviet, bangunan semacam ini masih sangat mudah ditemukan. Jika dibandingkan dengan konteks Indonesia, konsep Khrushchyovka memiliki kemiripan dengan rumah susun (rusun) yang dibangun atau dikelola pemerintah untuk menyediakan hunian dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski identik dengan Uni Soviet, konsep bangunan hunian massal seperti ini sebenarnya sudah digunakan lebih dahulu di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Belanda, dan Prancis, sebelum Perang Dunia II. Uni Soviet kemudian mengembangkan dan menyempurnakan konsep tersebut untuk diterapkan dalam skala yang jauh lebih besar.

Menurut media RBTH yang terafiliasi dengan pemerintah Rusia, pembangunan Khrushchyovka telah dimulai di Uni Soviet sejak dekade 1940-an, tepatnya ketika Josef Stalin masih memimpin negara tersebut. Program ini kemudian diperluas secara masif pada era kepemimpinan Nikita Khrushchev, yang namanya kemudian diabadikan menjadi nama dari jenis hunian ini.

Latar Belakang dan Tujuan

Pembangunan Khrushchyovka merupakan respons terhadap krisis perumahan akut yang dihadapi Uni Soviet pasca-Perang Dunia II. Perang telah menghancurkan jutaan unit hunian, sementara urbanisasi dan industrialisasi yang pesat mengakibatkan ledakan populasi di kota-kota besar.

Pemerintah Soviet membutuhkan solusi cepat, murah, dan dapat diproduksi secara massal untuk menampung jutaan warga yang membutuhkan tempat tinggal. Khrushchyovka dirancang dengan prinsip efisiensi maksimal: menggunakan material prefabrikasi, desain standar yang dapat direplikasi dengan cepat, dan konstruksi yang relatif sederhana.

Bangunan ini umumnya memiliki ketinggian 4-5 lantai tanpa lift, dengan unit hunian berukuran kecil namun fungsional. Meskipun sederhana, Khrushchyovka menyediakan fasilitas dasar yang layak bagi penghuninya, termasuk dapur, kamar mandi, dan ruang tidur terpisah.

Dampak dan Warisan

Program Khrushchyovka berhasil menyediakan hunian bagi puluhan juta warga Soviet dalam waktu relatif singkat. Pada puncaknya, ratusan ribu unit Khrushchyovka dibangun setiap tahunnya di seluruh Uni Soviet. Keberhasilan ini membantu mengurangi secara drastis angka tunawisma dan kondisi hunian yang tidak layak.

Namun, seiring berjalannya waktu, keterbatasan Khrushchyovka mulai terasa. Kualitas bangunan yang tidak selalu optimal, ukuran unit yang kecil, serta insulasi yang buruk menjadi keluhan utama penghuninya. Di era modern, banyak unit Khrushchyovka sudah melampaui umur teknisnya dan memerlukan renovasi besar atau penggantian.

Meski demikian, warisan Khrushchyovka tetap signifikan. Model ini menunjukkan bahwa pemerintah dapat berperan aktif dalam menyediakan hunian massal yang terjangkau. Pengalaman Uni Soviet dalam pembangunan hunian massal ini menjadi rujukan bagi berbagai negara yang menghadapi tantangan serupa, termasuk dalam pengembangan konsep perumahan vertikal dan rumah susun untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Kemiskinan
← Kembali ke Sosial

Berita lainnya