Pendidikan

2 menit baca

Ratna Sari

Dokter Tirta Kembali Kuliah S2 di UGM, Pilih Jurusan Kesehatan Masyarakat

Setelah menyelesaikan S2 di ITB, dokter dan influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi melanjutkan pendidikan S2 kedua di UGM dengan mengambil program studi Kesehatan Masyarakat untuk memperdalam ilmu edukasi kesehatan.

6aaa81988a229.jpg

Dokter Tirta Kembali Kuliah S2 di UGM, Pilih Jurusan Kesehatan Masyarakat

Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi mengumumkan bahwa dirinya kembali menempuh pendidikan S2, kali ini di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mengambil program studi Kesehatan Masyarakat. Keputusan ini diambil setelah ia menyelesaikan pendidikan S2 di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jakarta.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya @dr.tirta pada Rabu (16/9/2026), Tirta menjelaskan motivasi di balik keputusannya melanjutkan studi. Sebagai influencer dengan banyak pengikut di media sosial, ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperbarui ilmu pengetahuannya.

Kita tahu bahwa saya seorang praktisi yang belajar soal bisnis dan belajar soal kesehatan dan saya diikuti oleh banyak orang dari berbagai macam generasi di media sosial. Dan itu menjadi tekanan sendiri kalau saya tidak update ilmu.

Fokus pada Edukasi dan Promosi Kesehatan

Tirta mengungkapkan bahwa pemilihan jurusan Kesehatan Masyarakat di UGM sejalan dengan fokus kerjanya dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Ia aktif mempromosikan gaya hidup sehat melalui berbagai bentuk, termasuk gym dan edukasi kesehatan di media sosial.

"Saya tuh bidangnya edukasi, promosi kesehatan. Terus berkolaborasi dengan berbagai sejawat entah itu di bidang kesehatan atau yang di bidang non-kesehatan tapi masih berdampak dengan edukasi kesehatan," jelasnya.

Alasan Tidak Mengambil Spesialis Kedokteran

Tirta juga menjelaskan mengapa ia memilih tidak melanjutkan pendidikan spesialis kedokteran. Pada usia 35 tahun, ia menilai bahwa program spesialis memerlukan waktu yang cukup panjang, sementara ia tidak sedang mengejar pencapaian di bidang tersebut.

Dari segi finansial, Tirta merasa sudah mencapai kecukupan dan tidak ingin mengambil kursi praktik yang bisa dimanfaatkan oleh dokter lain yang lebih membutuhkan. "Dan saya merasa kalau saya ngambilnya spesialis. Tapi kalau prakteknya dikit kok kayak kurang aja, kursi (praktek dokter) itu bisa diambil orang yang lebih layak dan lebih menginginkan praktek di situ gitu," ungkapnya.

Cita-cita Menjadi Pengajar

Tirta menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah mengajar di kampus, khususnya di bidang komunikasi dan edukasi kesehatan. Saat ini, ia sudah aktif sebagai mentor S2 di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dan dosen tamu di UGM.

"Cita-cita saya tuh memang ngajar di bidang komunikasi kesehatan di bidang edukasi kesehatan. Jadi memang akan sekolah terus sampai terminal S3 dan bagi saya sih lifelong learning, belajar itu bisa dari mana aja. Tapi kebetulan saya hobi sekolah," tutupnya.

Dengan pengalaman bisnis dari ITB dan pengetahuan kesehatan masyarakat dari UGM, Tirta berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan dan edukasi kesehatan di Indonesia.

Media Sosial
← Kembali ke Pendidikan

Berita lainnya