Dari pilihan dasar itu lahir kebiasaan kedua: menghargai karya orang lain. Fakta, angka, dan kutipan yang berasal dari peliputan asli media lain kami akui kepada media tersebut, dengan tautan kapan pun memungkinkan. Eksklusif milik redaksi lain tidak akan pernah tampil sebagai hasil kerja kami, karena kepercayaan pembaca tidak dapat dibangun di atas karya yang dicuri.
Kebiasaan ketiga menyangkut orang-orang yang kami tulis. Siapa pun yang menghadapi tuduhan serius dalam liputan kami, sepanjang secara praktis memungkinkan, diberi kesempatan menjawab sebelum berita terbit, dan jawabannya, bila diberikan, kami sajikan dengan jujur, tidak dikubur di paragraf akhir atau dipotong sesuka hati. Keempat, dan ini tidak dapat ditawar: kami tidak mengarang kutipan, narasumber, statistik, atau peristiwa, dalam keadaan apa pun. Larangan ini berlaku untuk semua yang terbit atas nama Rakyat Suara, tanpa pengecualian.
Kelima, keputusan liputan tidak pernah diperjualbelikan dan tidak pernah dibentuk oleh pengiklan, sponsor, atau mitra. Segala sesuatu yang dibayar diberi tanda sebagai yang dibayar, tanpa kecuali, dan rinciannya dapat dibaca di halaman periklanan kami. Keenam, kami berhati-hati dengan materi yang sensitif: perkara kriminal, tragedi, konflik, dan cerita yang melibatkan orang-orang rentan termasuk anak-anak selalu kami timbang antara kepentingan publik untuk mengetahui dan potensi mudaratnya; rincian yang dapat mengidentifikasi seseorang kami tinggalkan bila tidak melayani kepentingan publik yang nyata.
Ketujuh, kami bekerja dengan kesadaran penuh akan konteks tempat kami meliput: Indonesia yang majemuk, dengan kepekaan suku, agama, ras, dan golongan yang nyata, tempat sebuah kata yang ceroboh dapat membakar lebih cepat daripada koreksi mana pun dapat memadamkannya. Karena itu kami tidak menerbitkan rumor tak berdasar maupun tuduhan yang mencemarkan tanpa sandaran. Kedelapan, setiap anggota redaksi mengungkapkan benturan kepentingan pribadi, keuangan, atau kelembagaan yang berkaitan dengan topik yang dikerjakannya, dan mundur dari liputan ketika benturan itu tidak dapat dikelola dengan layak.
Terakhir, kami percaya redaksi yang menuntut pertanggungjawaban dari pihak lain harus bersedia dituntut hal yang sama. Siapa pun dapat menggugat apa yang kami terbitkan: melalui jalur koreksi untuk kesalahan faktual, atau melalui halaman kontak untuk segala yang lain. Setiap gugatan sampai ke editor manusia, dan setiap editor manusia di sini tahu bahwa menjawabnya adalah bagian dari pekerjaannya.
Halaman terkait: Periklanan, Kebijakan Koreksi, Hubungi Redaksi.
