IHSG Rabu dibuka menguat 14,70 poin ke posisi 5.940
Bursa Efek Indonesia mencatat penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 14,70 poin atau 0,25 persen ke level 5.940,68. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi pasar terbesar turut menguat 1,91 poin atau 0,32 persen mencapai posisi 591,10.
Penguatan ini terjadi setelah pasar mengalami periode volatilitas tinggi sejak akhir September. Data menunjukkan IHSG telah turun 3,28 persen dalam periode 28 September hingga 2 Oktober 2026, ditutup pada level 6.036,89. Penurunan berlanjut dengan pembukaan awal Oktober di 6.062,89 yang kemudian melemah 1,02 persen menjadi 6.009,50 pada 1 Oktober.
Namun pasar menunjukkan pemulihan bertahap pada pekan sebelumnya, dengan IHSG mencatat kenaikan 0,94 persen antara 5-9 Oktober 2026. Frekuensi perdagangan dalam periode tersebut mencapai 8,37 juta transaksi dengan nilai transaksi Rp81,12 triliun.
Tekanan Eksternal dan Sentimen Investor
Pergerakan pasar Indonesia tidak terlepas dari dinamika global yang memberikan tekanan pada pasar negara berkembang. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun berada pada level 5,217 persen pada 13 Oktober, mendorong arus keluar modal asing dari pasar berkembang termasuk Indonesia. Penguatan dolar AS turut memperburuk sentimen terhadap aset-aset emerging market.
Para investor menantikan rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026, yang diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan. Data ekonomi domestik menunjukkan pertumbuhan PDB Indonesia melambat menjadi 5,29 persen year-on-year pada kuartal kedua 2026, turun dari 5,61 persen pada kuartal pertama.
Perubahan Regulasi Pasar
Bursa Efek Indonesia telah mengimplementasikan sejumlah perubahan regulasi yang mulai berlaku sejak akhir September. Mulai 28 September 2026, BEI menurunkan batas harga saham minimum dari Rp50 menjadi Rp1, kebijakan yang berpotensi mempengaruhi dinamika perdagangan.
Selain itu, pada 1 Oktober 2026, bursa mengizinkan mekanisme short selling untuk lima saham, yakni:
- Astra International (ASII)
- Bank Central Asia (BBCA)
- Barito Pacific (BRPT)
- Bumi Resources (BUMI)
- Indofood Sukses Makmur (INDF)
Langkah ini memberikan instrumen tambahan bagi strategi perdagangan investor di tengah volatilitas pasar.
Perspektif Jangka Panjang
Posisi IHSG saat ini berada jauh di bawah level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang mencapai 9.174,47 poin, namun masih di atas level terendah 5.317,91 poin. Perbedaan signifikan antara level saat ini dengan puncak tertinggi tersebut mencerminkan koreksi tajam yang dialami pasar saham Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Penguatan pada pembukaan Rabu pagi menunjukkan upaya pasar untuk pulih dari tekanan yang berlangsung sejak akhir September, meskipun sentimen masih dibayangi ketidakpastian kondisi ekonomi global dan domestik. Pergerakan indeks dalam sesi perdagangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi AS dan perkembangan kondisi makroekonomi regional.












