Idrus Marham Ungkap 7 Tahapan Kepemimpinan Prabowo Menuju Indonesia Emas
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas dibangun melalui tujuh tahapan yang saling berkaitan dan terstruktur. Pandangan tersebut disampaikan dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin (19 Oktober 2026).
Menurut Idrus, konstruksi berpikir Prabowo dalam memimpin bangsa telah jelas sejak terpilih dalam pemilihan presiden 14 Februari 2024, di mana ia meraih 96.214.691 suara atau 58,59 persen dari total suara, mengalahkan pesaingnya Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Prabowo kemudian dilantik bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, menandai dimulainya periode kepemimpinan 2024-2029.
Tujuh Tahapan Kepemimpinan
Tahapan Pertama: Membangun Kesadaran Berbangsa
Tahapan pertama yang dipaparkan Idrus adalah membangun kesadaran berbangsa. Indonesia sebagai rumah bersama harus dirawat dan dibangun oleh seluruh elemen bangsa. Kesadaran ini menjadi fondasi untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Tahapan Kedua: Pancasila sebagai Ideologi dan Falsafah Bangsa
Tahapan kedua adalah menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam membangun dan merawat Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk.
Tahapan Ketiga: Merumuskan Visi Pembangunan Indonesia Emas 2045
Setelah fondasi kebangsaan dan ideologi terbentuk, tahapan ketiga adalah merumuskan visi pembangunan yang berorientasi pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Visi ini terkait erat dengan Indonesia Emas 2045, sebuah rencana pembangunan nasional jangka panjang yang awalnya diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2019 dan diabadikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Indonesia Emas 2045 menargetkan Indonesia menjadi negara berdaulat, maju, adil, dan makmur pada 2045, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Visi ini bahkan menargetkan Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat atau kelima dunia pada 2045, dengan proyeksi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2038.
Tahapan Keempat: Menetapkan Kebijakan-Kebijakan Pokok
Tahapan keempat adalah menetapkan kebijakan-kebijakan pokok untuk mewujudkan visi dan tujuan pembangunan tersebut. Kebijakan itu harus berlandaskan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.
Tahapan Kelima: Membentuk Tim Pemerintahan
Tahapan kelima adalah membentuk tim pemerintahan melalui penyusunan kabinet. Keputusan Prabowo melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan bagian dari upaya merangkul keberagaman dalam pemerintahan. Kabinet Merah Putih yang dilantik pada 21 Oktober 2024 terdiri dari 48 menteri dan 54 wakil menteri, mewakili berbagai partai politik dalam koalisi yang luas.
Tahapan Keenam: Pelaksanaan Retret Kabinet
Tahapan keenam adalah pelaksanaan retret bagi jajaran kabinet. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman di antara para menteri mengenai visi pemerintahan, tantangan yang dihadapi, serta prioritas dan strategi pelaksanaan kebijakan. Retret juga menjadi sarana untuk menyelaraskan langkah para pembantu presiden agar kebijakan umum dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang dijalankan setiap kementerian.
Tahapan Ketujuh: Pelaksanaan Tugas Pemerintahan
Tahapan ketujuh adalah pelaksanaan tugas oleh seluruh jajaran pemerintahan. Setelah melalui proses penyamaan visi dan pemahaman kebijakan, seluruh anggota kabinet menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Dukungan Partai Golkar
Idrus menegaskan bahwa Partai Golkar mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan di bawah kepemimpinan Prabowo. Golkar, yang meraih 102 kursi di DPR dalam pemilihan legislatif 2024 dengan 15,29 persen suara dan menempati posisi kedua setelah PDI-P, memiliki posisi strategis untuk mendukung program pemerintah.
Dukungan tersebut diarahkan untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Idrus juga mengaitkan keberhasilan pemerintahan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode berikutnya, yakni 2029-2034.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, yang terpilih secara aklamasi pada 21 Agustus 2024 menggantikan Airlangga Hartarto untuk periode 2024-2029, telah menegaskan bahwa partai berfokus mendukung keberhasilan pembangunan di bawah pemerintahan Prabowo. Bahlil, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak Agustus 2024, memiliki peran ganda sebagai ketua partai dan anggota kabinet.
Prioritas Kepentingan Rakyat
Idrus menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Pendekatan yang berorientasi pada kepentingan rakyat harus menjadi bagian utama dari pembangunan nasional, sejalan dengan ideologi kerakyatan yang dikedepankan.
Partai Golkar akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk mencapai target pembangunan menuju Indonesia Emas. Konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan ditekankan agar visi yang telah dirumuskan dapat diwujudkan melalui kerja nyata.












