Letjen TNI Richard Tampubolon: Saya Prajurit, Siap Ditempatkan di Mana Saja
Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Taruli H Tampubolon menghadiri agenda di Istana Kepresidenan pada Kamis (15/10/2026). Kehadirannya menarik perhatian karena bersamaan dengan rencana pelantikan sejumlah pejabat strategis.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait kemungkinan menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Richard menegaskan kesiapannya untuk mengemban tugas apa pun.
Saya prajurit, siap ditempatkan di mana saja. Doain yang terbaik, siap do the bestkatanya di Istana Kepresidenan.
Richard dilantik sebagai Kepala Staf Umum TNI pada 24 Juli 2024, menggantikan Letjen Bambang Ismawan yang memasuki masa pensiun. Dalam posisi ini, ia bertugas membantu Panglima TNI mengoordinasikan perumusan kebijakan strategis dan pelaksanaan pembinaan TNI, termasuk di bidang operasi dan latihan, personel, serta mental prajurit.
Sebelumnya, perwira tinggi ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III dari Juli 2023 hingga Juli 2024. Lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) ini menghabiskan sebagian besar masa penugasannya di satuan pasukan khusus tersebut.
Di luar kiprahnya di dunia militer, Richard juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk masa bakti 2023-2027. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa.
Posisi Wakil Menteri Pertahanan saat ini dijabat oleh Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, yang dilantik pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Pelantikan Pejabat Strategis
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik Panglima Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kristomei menjabat sebagai Pangdam XXI/Radin Inten sejak 10 Agustus 2025.
Jika terealisasi, Kristomei akan menggantikan Letjen TNI Suharyanto yang menjabat Kepala BNPB sejak 17 November 2021. Suharyanto dilantik oleh Presiden Joko Widodo, menggantikan Letjen TNI Ganip Warsito yang memasuki masa pensiun. Sebelum memimpin BNPB, Suharyanto menjabat sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya dari 21 Oktober 2020 hingga November 2021.
Isu pergantian Kepala BNPB mencuat di tengah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Oktober 2026 yang menyeret sejumlah pejabat terkait dugaan korupsi pengadaan di lingkungan BNPB.












