Timur Tengah

1 menit baca

Maya Kartika

Pilot Saudia Airlines Tewas dalam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Kapten Hamoud Ali Alkalthami, pilot maskapai Saudia Airlines, tewas dalam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

6ac86649d7b16.jpeg

Pilot Saudia Airlines Tewas dalam Serangan Houthi di Bandara Riyadh

Seorang pilot maskapai Saudia Airlines tewas dalam serangan yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, pada Kamis (8/10/2026). Maskapai penerbangan nasional Arab Saudi mengonfirmasi kematian pilot tersebut sehari setelah insiden.

Korban diidentifikasi sebagai Kapten Hamoud Ali Alkalthami. Saudia Airlines mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (9/10/2026) yang menyatakan,

Dengan penuh duka cita, Saudia mengumumkan meninggalnya Kapten Hamoud Ali Alkalthami.

Kelompok militan Houthi dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap bandara internasional yang menjadi pintu gerbang utama Arab Saudi tersebut.

Serangan ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Bandara King Khalid merupakan hub penerbangan utama yang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya, dan serangan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan penerbangan sipil di wilayah tersebut.

Otoritas Arab Saudi belum memberikan keterangan lengkap mengenai dampak serangan terhadap operasional bandara atau apakah ada korban lain selain pilot Saudia Airlines. Investigasi terhadap insiden ini masih berlangsung.

Eksekusi Nidal Malik Hasan Akan Disiarkan Langsung

Sementara itu, dalam perkembangan terpisah, eksekusi mati Nidal Malik Hasan, mantan mayor Angkatan Darat Amerika Serikat yang membunuh 13 tentara dalam penembakan di pangkalan militer Fort Hood pada 2009, akan disiarkan secara langsung. Pentagon mengumumkan bahwa eksekusi dengan regu tembak tersebut dijadwalkan berlangsung di Fort Hood, Texas, pada 3 Desember 2026.

Keputusan untuk menyiarkan eksekusi ini menjadi yang pertama kali di Amerika Serikat. Hasan dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah atas 45 dakwaan pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan berencana dalam penembakan yang menewaskan 13 personel militer.

Kedua peristiwa ini menjadi sorotan utama berita global pada hari Jumat hingga Sabtu pagi waktu setempat, mencerminkan berbagai isu keamanan dan keadilan yang tengah menjadi perhatian internasional.

Gaza
← Kembali ke Timur Tengah

Berita lainnya