Timur Tengah

3 menit baca

Maya Kartika

Houthi Kuasai 130 Km Pesisir Yaman, Posisi Iran di Laut Merah Makin Kuat

Kelompok Houthi yang didukung Iran merebut sekitar 130 kilometer garis pantai Laut Merah di Yaman, memperkuat pengaruh Iran di jalur pelayaran strategis dunia dan mengancam stabilitas perdagangan global.

6aa3fd987ece8.jpg

Houthi Kuasai 130 Km Pesisir Yaman, Posisi Iran di Laut Merah Makin Kuat

Kelompok Houthi mencatat kemajuan militer signifikan di Yaman setelah merebut wilayah pesisir Laut Merah yang sebelumnya dikuasai koalisi anti-Houthi, Perlawanan Nasional. Dalam hitungan hari, kelompok yang mendapat dukungan Iran ini diperkirakan menguasai sekitar 130 kilometer garis pantai di kawasan selatan Tihamah.

Perkembangan ini menjadi salah satu keberhasilan militer terbesar Houthi dalam beberapa tahun terakhir, setelah kelompok tersebut bertahan melalui perang saudara selama 12 tahun serta menghadapi serangan dari Arab Saudi, Amerika Serikat, Israel, dan Inggris.

Analis senior European Institute of Peace, Hisham al-Omeisi, menilai posisi baru Houthi akan sulit direbut kembali.

Begitu mereka berada di sana, mereka akan memperkuat posisi mereka. Dan akan jauh lebih mahal biayanya untuk mengusir mereka
, ujar Omeisi.

Kemajuan Houthi juga memperbesar pengaruh Iran di kawasan setelah kelompok lain dalam "Poros Perlawanan", seperti Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, serta rezim Assad di Suriah mengalami kemunduran.

Jadi, mereka mengalihkan dukungan mereka kepada Houthi. Dan tentu saja, Houthi membutuhkan dukungan tersebut
, kata al-Omeisi.

Ancaman terhadap Selat Bab al-Mandab

Perubahan peta kekuasaan di Yaman dinilai memiliki konsekuensi lebih luas karena Houthi kini semakin dekat dengan Selat Bab al-Mandab, jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Sementara itu, Iran berada di dekat Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia.

Peneliti Chatham House, Farea al-Muslimi, mengatakan perkembangan tersebut memberikan Iran posisi strategis di dua jalur pelayaran penting dunia.

Saat ini Iran, baik secara langsung maupun melalui kelompok proksi, menguasai dua titik krusial paling strategis di Timur Tengah dan dunia, dengan mengendalikan lebih dari 35 persen perdagangan bahan bakar dan minyak secara global
, ujar Muslimi.

Ini merupakan daya tawar yang setara dengan bom nuklir
, katanya.

Kemampuan Houthi mengganggu pelayaran dapat semakin besar jika kelompok itu juga menguasai pulau-pulau strategis, termasuk Pulau Perim di bagian tersempit Bab al-Mandab.

Kontrol pelayaran tanpa penguasaan fisik

Pakar Yaman Iona Craig mengatakan, bahkan sebelum menguasai wilayah baru, Houthi telah memiliki kemampuan untuk mengancam kapal yang melewati kawasan tersebut.

Mereka sebenarnya sudah mampu mengendalikan lalu lintas keluar-masuk Bab al-Mandab hingga ke arah Terusan Suez bahkan tanpa harus menguasai wilayah-wilayah tersebut secara fisik
, ungkap Craig.

Penguasaan garis pantai selatan Tihamah memberikan Houthi akses yang lebih baik terhadap jalur pelayaran internasional yang vital bagi ekonomi global. Kawasan ini menjadi salah satu rute tersibuk untuk pengiriman minyak, gas, dan barang dagangan dari Asia ke Eropa.

Dengan posisi baru ini, Houthi dapat lebih mudah meluncurkan serangan terhadap kapal komersial dan militer yang melintas, sekaligus memperkuat kemampuan mereka untuk memblokade jalur perdagangan jika diperlukan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara yang bergantung pada stabilitas jalur pelayaran di Laut Merah.

Keberhasilan militer Houthi juga mencerminkan ketahanan kelompok ini menghadapi tekanan internasional dan serangan udara dari koalisi Arab Saudi serta sekutu Barat. Dukungan Iran, baik dalam bentuk persenjataan, pelatihan, maupun dukungan logistik, menjadi faktor kunci dalam kemampuan Houthi mempertahankan dan memperluas wilayah kekuasaannya.

Situasi ini menambah kompleksitas konflik di Yaman dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama mengingat rivalitas antara Iran dan Arab Saudi serta kepentingan negara-negara Barat dalam menjaga kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis.

GazaTiongkokPerubahan Iklim
← Kembali ke Timur Tengah

Berita lainnya