Ekonomi

2 menit baca

Siti Rahmawati

40 Hektar Sawah di Merauke Siap Panen November, Air Tetap Mengalir Saat Kemarau

Sebanyak 40 hektar lahan sawah di KSPEAN Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, ditargetkan panen perdana pada awal hingga pertengahan November 2026. Ketersediaan air di tengah musim kemarau menjadi kunci keberhasilan tanaman padi yang menghijau di kawasan tersebut.

6ac82e6f3b0fb.jpg

40 Hektar Sawah di Merauke Siap Panen November, Air Tetap Mengalir Saat Kemarau

Sebanyak 40 hektar lahan sawah di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, ditargetkan memasuki panen perdana pada awal hingga pertengahan November 2026.

Menariknya, hamparan tanaman padi di kawasan tersebut terlihat menghijau di tengah musim kemarau. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengembangan pertanian di Wanam.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan infrastruktur sumber daya air di kawasan tersebut dapat mendukung kebutuhan pertanian secara berkelanjutan.

Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun.

Dody menyampaikan hal itu saat meninjau KSPEAN Wanam pada Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan data hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi telah dilakukan pada lahan percontohan atau demplot di Kilometer 21 seluas sekitar 40 hektare untuk tahap pertama.

Dody mengatakan, penanaman tersebut menjadi tahap uji coba sebelum pemerintah mengembangkan area pertanian yang lebih luas.

Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya.

Pembangunan saluran air capai 133 kilometer

Untuk mendukung pengembangan pertanian di Wanam, Kementerian PU menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir.

Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan saluran di KSPEAN Kabupaten Merauke telah mencapai 133 kilometer dari target total 180 kilometer. Pembangunan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa dan saluran pengendalian banjir yang menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian.

Dody menjelaskan, peran Kementerian PU dalam pengembangan kawasan tersebut terutama memastikan ketersediaan air melalui pembangunan infrastruktur yang diperlukan.

Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya.

Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pengembangan lahan pertanian di Wanam diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan kawasan dan arahan Kementerian Pertanian.

Dikembangkan menjadi lumbung pangan baru

Pengembangan KSPEAN Wanam merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembukaan kawasan produksi pangan baru.

Kawasan ini dirancang sebagai sentra swasembada pangan yang dapat memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya air di wilayah Papua Selatan. Dengan infrastruktur yang memadai, kawasan ini diharapkan mampu menjadi kontributor signifikan bagi produksi pangan nasional, khususnya komoditas padi.

Keberhasilan tahap uji coba di lahan 40 hektar akan menjadi acuan untuk pengembangan lebih lanjut. Pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mendukung distribusi pangan ke wilayah lain di Indonesia bagian timur.

Ketersediaan air yang terjaga bahkan di musim kemarau menjadi nilai tambah strategis bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di KSPEAN Wanam. Hal ini menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur sumber daya air yang matang dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Indonesia
← Kembali ke Ekonomi

Berita lainnya