Timur Tengah

2 menit baca

Maya Kartika

Kelompok Houthi Yaman Tuduh Arab Saudi Lancarkan 58 Serangan Udara dalam Sehari

Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 58 serangan udara dalam 24 jam terakhir, menyusul serangan drone dan rudal Houthi terhadap pangkalan militer Saudi yang memperkeruh konflik di Yaman.

6aa738abe30ce.jpg

Kelompok Houthi Yaman Tuduh Arab Saudi Lancarkan 58 Serangan Udara dalam Sehari

Kelompok Houthi Yaman menuduh Arab Saudi melancarkan 58 serangan udara terhadap posisi mereka dalam kurun waktu 24 jam. Klaim ini muncul setelah kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut mengumumkan tanggung jawab atas serangan drone dan rudal ke pangkalan militer di Arab Saudi.

Eskalasi ini semakin mempertajam konflik berkepanjangan di Yaman yang kini menarik perhatian dunia, terutama karena dampaknya terhadap jalur perdagangan energi global.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi gelombang serangan udara tersebut melalui akun resmi Telegram-nya pada Minggu, 13 September 2026.

Musuh Saudi melancarkan 58 serangan udara dalam 24 jam,
tulisnya, seperti dilaporkan AFP.

Menurut Houthi, lebih dari 100 serangan udara telah menyasar posisi mereka sejak Selasa, 8 September 2026. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi yang mengonfirmasi atau membantah klaim pemboman tersebut.

Fokus Serangan di Garis Depan

Berdasarkan laporan yang beredar, rentetan serangan udara tersebut difokuskan pada garis depan pertempuran untuk mendukung pasukan Pemerintah Yaman. Operasi udara ini tercatat belum menyasar pusat kekuatan utama Houthi, termasuk ibu kota Sana'a yang berada di bawah kendali mereka.

Akar Eskalasi Terkini

Bentrokan terbaru ini pecah menyusul ofensif Houthi selama sepekan yang berhasil menguasai wilayah pesisir Laut Merah Yaman. Penguasaan ini memperkuat cengkeraman Houthi atas Selat Bab El Mandeb, jalur vital bagi ekspor minyak Arab Saudi.

Kepentingan strategis selat ini semakin meningkat di tengah situasi Selat Hormuz yang masih tertutup akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Houthi kembali terlibat dalam pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi sejak perang saudara Yaman berkobar kembali pada Juli 2026. Eskalasi dimulai ketika Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mulai menargetkan kapal-kapal Riyadh di Laut Merah.

Pemicu langsung eskalasi pada Juli adalah keputusan Houthi mengizinkan pesawat Iran mendarat di wilayah yang mereka kuasai, menentang kendali Arab Saudi atas ruang udara Yaman. Pemerintah Yaman membalas dengan menyerang Bandara Sana'a, yang oleh Houthi dituduh sebagai ulah Arab Saudi.

Konflik yang berkepanjangan ini tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan energi global mengingat posisi strategis wilayah perairan yang menjadi arena pertempuran.

Perang Ukraina
← Kembali ke Timur Tengah

Berita lainnya