Penerbangan British Airways ke Chicago Alami Darurat, Turun 28.000 Kaki dan Masker Oksigen Keluar
Pesawat British Airways dengan nomor penerbangan BA295 yang menuju Chicago dari London mengalami situasi darurat di tengah perjalanan pada Senin (5/10/2026), memaksa pilot untuk melakukan penurunan ketinggian drastis dan kembali ke Bandara Heathrow. Semua penumpang dan awak pesawat selamat.
Pesawat Boeing 777-200ER berusia 30 tahun dengan registrasi G-VIIA tersebut berangkat dari Heathrow pukul 12.14 waktu setempat. Sekitar satu jam setelah lepas landas, ketika pesawat telah mencapai ketinggian jelajah 37.000 kaki, terjadi kejadian yang menimbulkan kekhawatiran di dalam kabin.
Penurunan Darurat dan Masker Oksigen
Pesawat kemudian turun secara tajam hingga sekitar 28.000 kaki dalam waktu kurang lebih tujuh menit, dengan kecepatan penurunan rata-rata mendekati 4.000 kaki per menit. Masker oksigen secara otomatis keluar dari langit-langit kabin, sebuah sistem keselamatan yang teraktivasi ketika ketinggian kabin mencapai sekitar 14.000 hingga 15.000 kaki akibat tekanan atmosfer rendah.
Salah satu penumpang, Tom Nicholls, menceritakan bahwa pesawat sempat mengalami turbulensi tiba-tiba sebelum situasi darurat diumumkan.
Pesawat menyesuaikan diri, tetapi tidak terasa seperti sedang turun dengan cepat. Menurut saya, pilot melakukan pekerjaan yang sangat baik.
Foto yang dibagikan penumpang di media sosial memperlihatkan masker oksigen menggantung dari langit-langit kabin saat pesawat dalam perjalanan kembali. Nicholls menambahkan bahwa sepasang penumpang di depannya sempat kesulitan menemukan masker oksigen mereka, namun ketika mereka menemukan kursi lain yang memiliki masker, kapten mengumumkan bahwa pesawat telah berada di bawah 10.000 kaki sehingga masker tidak lagi diperlukan.
Masker oksigen penumpang dirancang untuk memasok oksigen selama 10-14 menit, waktu yang cukup bagi pilot untuk menurunkan pesawat ke ketinggian di bawah 10.000 kaki di mana atmosfer memiliki cukup oksigen untuk bernapas secara alami.
Kode Darurat dan Respons
Pilot mengirimkan kode darurat 7700 kepada pengatur lalu lintas udara, sinyal standar internasional yang menandakan pesawat dalam keadaan darurat dan memerlukan penanganan prioritas segera. Ketika kode ini diaktifkan, pengawas lalu lintas udara mengambil tindakan langsung dengan mengosongkan semua lalu lintas dari jalur penerbangan pesawat dan mengoordinasikan layanan darurat di bandara tujuan.
Penurunan terkendali yang cepat ke ketinggian rendah, biasanya di bawah 10.000 kaki, sering mengindikasikan kejadian depresurasi kabin menurut protokol standar penerbangan.
Pola Melingkar dan Pendaratan
Berdasarkan layanan pelacak penerbangan, BA295 sempat terbang dalam pola berputar di atas Selat Bristol, di antara Pembrokeshire dan North Devon. Pesawat melakukan pola melingkar ini untuk menghabiskan bahan bakar dan mengurangi bobot sebelum mendarat, karena berat maksimum lepas landas secara signifikan lebih besar daripada berat struktural maksimum pendaratan—perbedaan yang bisa mencapai puluhan ribu pon.
Penerbangan yang dijadwalkan selama 8 jam 40 menit menuju Chicago O'Hare akhirnya berakhir dengan pendaratan yang selamat di Heathrow sesaat setelah pukul 17.00 waktu setempat, sekitar lima jam setelah keberangkatan awal.
Pernyataan British Airways
British Airways menyatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat merupakan prioritas utama mereka. Maskapai mengatakan pesawat mendarat dengan selamat setelah pilot yang telah terlatih membawa pesawat kembali ke Heathrow akibat masalah teknis. Penyebab spesifik dari masalah teknis tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Boeing 777 secara keseluruhan memiliki catatan keselamatan yang kuat, dengan kecelakaan besar pertama untuk varian 777-200ER terjadi pada Januari 2008 ketika sebuah penerbangan British Airways mendarat keras di Heathrow akibat kontaminasi es pada bahan bakar yang mempengaruhi kedua mesin. Catatan kecelakaan keseluruhan untuk keluarga 777 tetap berada di bawah rata-rata industri untuk pesawat jet berbadan lebar.












