MotoGP Rencanakan Format Baru 2027, Marquez dan Martin Beri Tanggapan
Juara dunia MotoGP Marc Marquez dan pembalap Aprilia Jorge Martin menyampaikan pandangan mereka mengenai rencana perubahan format kompetisi yang dijadwalkan berlaku mulai musim 2027.
Marquez memilih bersikap hati-hati dalam menanggapi format baru tersebut menjelang gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang dimulai pada Jumat (9/10/2026).
Perubahan utama yang direncanakan untuk MotoGP 2027 adalah penambahan sesi kualifikasi khusus guna menentukan posisi start untuk Sprint Race.
Marquez Soroti Beban Pembalap
Dalam konferensi pers jelang MotoGP Indonesia 2026, pembalap Ducati itu mengungkapkan bahwa para pembalap belum mengambil sikap resmi terhadap perubahan format yang diusulkan.
Marquez menekankan pentingnya mempertimbangkan beban yang sudah ditanggung para pembalap dalam format kompetisi saat ini.
"Masalahnya, menarik untuk memahami apa tujuan utama dari perubahan itu karena bagi pebalap, hal itu justru terasa lebih intens dan lebih berat. Dengan jadwal saat ini saja, itu sudah cukup. Tapi bukan kami yang memutuskan. Keadaannya memang seperti ini dan kami harus diam saja,"
ungkap Marquez.
Pembalap berusia 31 tahun itu menilai para pembalap memiliki ruang terbatas dalam menentukan format kompetisi. Ia menyinggung keputusan penerapan Sprint Race beberapa tahun lalu yang diambil ketika para pembalap belum memiliki perkumpulan resmi untuk menyuarakan aspirasi secara kolektif.
Menurut Marquez, keputusan akhir mengenai format kompetisi berada di tangan operator dan tim.
"Maksud saya, tim dan organisasi-lah yang memutuskan. Jadi, Anda terima atau tinggalkan. Ya, begitulah adanya,"
tegas Marquez.
Martin Sepakat namun Berharap Lebih Dilibatkan
Jorge Martin yang saat ini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 turut memberikan pandangan serupa mengenai rencana perubahan format.
Martin mengaku sependapat dengan Marquez, namun enggan berbicara panjang lebar tentang format baru MotoGP 2027.
"Saya sangat sependapat dengan Marc. Kondisinya memang seperti itu. Tidak ada yang bisa kita lakukan sampai kami, katakanlah tidak lagi bersatu. Bukan soal apakah saya suka atau tidak dengan jadwal tersebut,"
ujar Martin.
Pembalap Aprilia itu mengaku penasaran dengan perubahan yang akan diterapkan. Namun, ia menyayangkan minimnya keterlibatan pembalap dalam proses pengambilan keputusan.
"Saya penasaran dan ini akan menarik. Namun, saya merasa mereka bahkan tidak meminta pendapat kami. Alangkah baiknya jika pihak penyelenggara menunjukkan kepedulian terhadap para pembalap,"
tambah Martin.
Kedua pembalap tersebut kini fokus pada gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika yang akan berlangsung akhir pekan ini, sembari menanti keputusan final mengenai format kompetisi musim 2027.












