Bisnis Kandang Kucing Premium Berkembang Pesat di Indonesia
Industri hewan peliharaan di Indonesia mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan peliharaan. Kucing dan anjing kini tidak lagi sekadar dipelihara, melainkan dianggap sebagai anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.
Komitmen pemilik hewan peliharaan terhadap kesejahteraan hewan kesayangannya tercermin dari pengeluaran bulanan yang terus meningkat. Survei Jakpat 2026 yang melibatkan 1.254 responden menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan dapat mengeluarkan lebih dari Rp 1 juta per bulan. Sebagian bahkan mengalokasikan hingga Rp 2 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan hewan peliharaan, mencakup makanan berkualitas premium, perawatan kesehatan rutin, hingga berbagai aksesori pendukung.
Ekosistem Industri Pet yang Berkembang Pesat
Pertumbuhan ini memicu terbentuknya ekosistem bisnis hewan peliharaan yang semakin luas di Indonesia. Bukti nyata perkembangan industri ini terlihat dari berbagai pameran hewan peliharaan berskala besar yang diselenggarakan di berbagai lokasi strategis, seperti Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD dan Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Pameran-pameran tersebut melibatkan ribuan pelaku usaha yang menawarkan beragam produk dan layanan untuk hewan peliharaan.
Ekspansi ekosistem pet ini membuka peluang baru bagi para entrepreneur untuk menghadirkan produk inovatif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional hewan, tetapi juga menyesuaikan dengan gaya hidup modern pemiliknya. Salah satu segmen yang berkembang pesat adalah bisnis kandang hewan peliharaan dengan desain kustom.
Transformasi Kandang Hewan Menjadi Furniture Premium
Konsep kandang hewan mengalami transformasi drastis. Jika dahulu kandang identik dengan material sederhana seperti kawat, aluminium, atau kayu mentah yang fokus pada fungsi dasar, kini pasar menuntut produk yang dapat menyatu secara estetis dengan interior rumah modern.
Evan Alanda dan Jessica menangkap peluang ini ketika mendirikan Casa de Petto pada 2021 di Bandung. Dengan latar belakang sebagai desainer interior, mereka melihat kesenjangan di pasar kandang hewan peliharaan.
Sebelumnya pet furniture itu kan masih didominasi dari kayu-kayu kulit, kayu mentah, atau aluminium. Jadi masih belum ada interior yang lucu-lucu. Masih yang penting fungsinya sebagai kandang
ungkap Evan Alanda kepada Kompas.com, Selasa (6/9/2026).
Casa de Petto kemudian menghadirkan berbagai pet furniture, termasuk cat house yang dirancang khusus agar dapat menyatu harmonis dengan dekorasi rumah. Produk-produk mereka menggabungkan fungsi kandang dengan estetika interior yang menarik.
Kesadaran Merawat Hewan Mendorong Permintaan
Peluang serupa juga diidentifikasi oleh Rafly, pemilik Petoorium yang beroperasi di Sidoarjo sejak April 2024. Ia mengamati bahwa kesadaran masyarakat terhadap cara merawat hewan peliharaan dengan baik terus meningkat, termasuk dalam hal pemilihan produk pendukung.
Mulai tahun kemarin, awareness soal hewan peliharaan, cara merawat dengan baik, terus produk-produk yang di market itu kita lihat sudah sangat bagus perkembangannya
kata Rafly kepada Kompas.com, Rabu (7/9/2026).
Tren ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam pemeliharaan hewan di Indonesia. Pemilik hewan peliharaan kini lebih selektif dalam memilih produk, tidak hanya mempertimbangkan aspek fungsional tetapi juga kualitas, desain, dan kesesuaian dengan gaya hidup mereka. Fenomena ini membuka ruang bagi pelaku usaha kreatif untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi premium bagi pasar yang terus berkembang.












