PC LDII Gunung Putri Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Desa Sekecamatan
Gedung Aula Kecamatan Gunung Putri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi lokasi penyelenggaraan acara pengukuhan resmi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat desa untuk seluruh wilayah kecamatan pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut menandai dimulainya masa khidmat kepengurusan periode 2026-2031 dan sekaligus menjadi ajang pertemuan lintas organisasi keagamaan serta instansi pemerintah daerah.
Kehadiran Delegasi LDII
Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Gunung Putri turut hadir memenuhi undangan resmi dalam forum strategis tersebut. Delegasi LDII diwakili oleh jajaran pengurus harian dan Ustadz Wahendi dari Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen organisasi yang didirikan pada 1 Juli 1972 di Kediri, Jawa Timur—awalnya bernama Yayasan Karyawan Islam Indonesia (YAKARI), kemudian berganti nama menjadi LEMKARI pada 1981, dan akhirnya menjadi LDII pada 1990—untuk memperkuat jaringan kolaborasi dalam pembinaan umat.
LDII, yang terdaftar resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Kementerian Dalam Negeri, memiliki struktur organisasi dari tingkat pusat hingga desa. Dengan jangkauan dakwah yang memengaruhi lebih dari 30 juta orang di seluruh Indonesia, partisipasi aktif organisasi ini dalam forum keagamaan lokal menunjukkan peran pentingnya dalam ekosistem keislaman nasional.
Tokoh Kunci yang Hadir
Acara pengukuhan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci di wilayah Gunung Putri. Ketua MUI Kecamatan Gunung Putri Uud Chudromi Al Asyari memimpin jalannya prosesi, sementara Camat Gunung Putri Kurnia Indra dan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) hadir memberikan dukungan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini memperkuat sinergi antara ulama, pimpinan organisasi masyarakat, dan pejabat pemerintah dalam membangun harmoni sosial di tingkat akar rumput.
Tentang MUI
MUI, yang didirikan pada 26 Juli 1975 di Jakarta, berfungsi sebagai jembatan antara pemerintah Indonesia dan komunitas Islam. Lembaga yang beranggotakan ulama (cendekiawan Islam), zuama (pemimpin organisasi), dan intelektual Muslim ini memiliki struktur organisasi dari tingkat nasional hingga desa di seluruh nusantara. Pengukuhan pengurus tingkat desa se-Kecamatan Gunung Putri untuk periode lima tahun ke depan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat kepemimpinan keagamaan lokal.
Serah Terima Jabatan Kepala KUA
Agenda resmi tidak hanya terbatas pada pengukuhan kepengurusan MUI. Acara juga dimeriahkan dengan prosesi serah terima jabatan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Putri. Tamba Tuah Matondang, pejabat lama, menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Abdul Qodir Zaelani sebagai Kepala KUA yang baru.
KUA merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Agama yang beroperasi di tingkat kecamatan, bagian dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Di seluruh Indonesia, terdapat sekitar 5.913 kantor KUA yang tersebar di 34 provinsi, menjalankan fungsi vital seperti pencatatan pernikahan dan rujuk bagi umat Islam, bimbingan keluarga, pembinaan masjid, konsultasi syariah, serta menjadi penghubung antara ulama dan pejabat pemerintah (umara).
Dukungan dari Berbagai Elemen Masyarakat
Transisi kepemimpinan KUA disambut positif oleh berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan. Keikutsertaan LDII dan ormas Islam lainnya dalam momen penting ini menandakan dukungan moral yang kuat terhadap kesinambungan pelayanan keagamaan bagi masyarakat di wilayah Gunung Putri, yang merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Kecamatan Gunung Putri sendiri memiliki luas wilayah 58,18 kilometer persegi dengan populasi sekitar 296.400 jiwa per 2024, menjadikannya salah satu kecamatan terpadat di Kabupaten Bogor dengan kepadatan penduduk mencapai 4.860 jiwa per kilometer persegi. Wilayah ini terbagi dalam sepuluh desa, yang keseluruhannya kini memiliki pengurus MUI yang telah dikukuhkan secara resmi.
Memelihara Kerukunan Umat Beragama
Jalinan komunikasi harmonis antara organisasi masyarakat Islam, para ulama, dan aparat pemerintah menjadi pondasi utama dalam memelihara kerukunan umat beragama. Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai agenda kelembagaan resmi, LDII terus berkontribusi mewujudkan iklim dakwah yang sejuk, toleran, dan mendukung program pembangunan moral bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh pimpinan organisasi keagamaan, pengurus MUI, pejabat KUA, serta aparat Muspika Kecamatan Gunung Putri. Momen dokumentasi ini menjadi simbol persatuan antara elemen masyarakat sipil dan pemerintah dalam mengawal keberlanjutan pembinaan keagamaan di tingkat lokal.












