Pemilu

3 menit baca

Rizky Pratama

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Tertinggal dari KDM, Anies, AHY, dan Gibran

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan Presiden Prabowo Subianto kalah signifikan dari beberapa tokoh politik dalam simulasi pemilihan presiden, dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin dengan 35,5 persen dukungan.

lake-e53c8233-df14-4471-9d82-4ebb5a701865-0.webp

Survei SMRC, Elektabilitas Prabowo Kalah dari KDM, Anies, AHY, hingga Gibran

Survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menghadapi tantangan berat jika pemilihan presiden digelar saat ini. Lembaga riset yang didirikan pada 2011 oleh profesor ilmu politik Saiful Mujani ini menempatkan elektabilitas petahana jauh di bawah sejumlah tokoh politik lainnya.

Dalam survei yang dilakukan pada 1-10 Oktober 2026 terhadap 1.213 responden yang dipilih secara acak, Prabowo hanya meraih dukungan 9,8 persen. Angka ini tertinggal dari Anies Baswedan yang memperoleh 10,3 persen, sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, putra sulung mantan Presiden Joko Widodo yang menjabat sebagai wakil presiden termuda dalam sejarah Indonesia, mencatat 8,4 persen.

Yang paling mengejutkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) jauh mengungguli semua tokoh lainnya dengan perolehan 35,5 persen. KDM, yang menjabat gubernur provinsi terpadat di Indonesia sejak Februari 2025 setelah memenangkan pemilihan gubernur 2024 dengan 62,2 persen suara, menunjukkan daya tarik elektoral yang kuat. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode dari 2008 hingga 2018 dan membangun citra populis melalui penggunaan media sosial yang efektif.

Simulasi Head to Head Makin Memperjelas Ketertinggalan Prabowo

Peneliti SMRC Saidiman Ahmad menjelaskan bahwa dalam simulasi semi terbuka, responden diberikan daftar 24 nama tokoh dan diperbolehkan menambahkan nama lain di luar daftar tersebut. Hasil simulasi head to head antara Prabowo dan KDM menunjukkan kesenjangan yang sangat lebar, dengan KDM memperoleh 69,3 persen dukungan, sementara Prabowo hanya mendapat 18,8 persen.

Dedi Mulyadi jauh meninggalkan semuanya dengan 35,5 persen

ujar Saidiman dalam keterangan resminya pada Sabtu (17/10).

Dalam skenario pemilihan tiga kandidat yang melibatkan Prabowo, Gibran, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), posisi Prabowo bahkan lebih memprihatinkan. AHY, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan dalam kabinet Prabowo serta memimpin Partai Demokrat sejak Maret 2020 menggantikan ayahnya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memperoleh 28,2 persen dukungan. Gibran unggul tipis dengan 29,7 persen, sementara Prabowo tertinggal di posisi ketiga dengan 22,7 persen. Sebanyak 19,4 persen responden tidak memberikan jawaban.

Gibran dan AHY bersaing ketat satu sama lain, tetapi keduanya sama-sama unggul atas Prabowo. Tanpa Dedi pun, sang petahana tertinggal dari 2 politisi yang jauh lebih muda

tegas Saidiman.

Sinyal Keengganan Publik terhadap Petahana

Menurut Saidiman, hasil survei dengan margin of error sekitar 2,9 persen ini menunjukkan bahwa publik secara umum tidak menginginkan Prabowo kembali terpilih dalam pemilihan presiden mendatang. Temuan ini menjadi perhatian khusus mengingat Partai Gerindra telah secara resmi menominasikan Prabowo sebagai calon presiden 2029 pada 14 Februari 2025, hanya beberapa bulan setelah ia dilantik pada 20 Oktober 2024.

Konstitusi Indonesia memungkinkan presiden menjabat maksimal dua periode lima tahun, yang berarti Prabowo secara hukum dapat mencalonkan diri kembali pada 2029. Namun, pada Februari 2025, Prabowo sendiri pernah menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri untuk periode kedua jika kinerjanya mengecewakan pada tahun keempat kepresidenannya.

Survei SMRC ini memberikan gambaran awal tentang lanskap politik menjelang pemilihan presiden 2029, dengan munculnya tokoh-tokoh baru yang berpotensi menantang petahana. Dedi Mulyadi, dengan basis kekuatan di provinsi terpadat Indonesia dan strategi komunikasi populis, muncul sebagai sosok yang paling menonjol dalam polling ini.

Joko WidodoMedia SosialPrabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka
← Kembali ke Pemilu

Berita lainnya