Jembatan Nglengkong Peninggalan Belanda di Waduk Gajah Mungkur yang Muncul Saat Kemarau
Musim kemarau yang melanda Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memunculkan fenomena unik berupa kemunculan jembatan peninggalan era kolonial Belanda yang selama ini tenggelam di dasar Waduk Gajah Mungkur.
Jembatan berusia ratusan tahun tersebut terletak di Dukuh Nglengkong, Desa Gumiwang Kidul, Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri. Struktur bangunan ini muncul ke permukaan akibat penurunan ketinggian air waduk selama musim kemarau.
Suparso, tokoh masyarakat Wuryantoro berusia 77 tahun, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dahulu merupakan bagian dari jalur transportasi utama menuju Kota Solo.
Jembatan Nglengkong yang termasuk kelurahan Gumiwang Kidul itu bisa tembus ke utara, tapi itu sudah juga penghijauan. Sebagian ada yang menggeser, namanya Dukuh Ngleri, Dukuh Sekar. Itu dulu juga di kanan-kiri jalan raya ke Solo.
Tenggelam Sejak Proyek Pembangunan Waduk
Jembatan Nglengkong mulai tenggelam ketika proyek pembangunan Waduk Gajah Mungkur dimulai pada dekade 1970-an. Suparso menjadi saksi mata proses tenggelamnya jembatan tersebut secara bertahap.
Ya, kurun waktu meleleb-nya (tenggelam) air sampai di dekat Wuryantoro Lor ini 1979. Itu sudah dicoba, diuji coba meleleb-nya air sampai di mana itu, saya melihat itu. Jadi 1979, itu diuji coba sampai mana air ini. Ternyata betul-betul itu juga jadi, istilahnya kalau saya sebut jadi genangannya.
Jembatan ini mulai muncul kembali ke permukaan pada bulan September dan terlihat utuh sepenuhnya pada bulan Oktober ketika permukaan air waduk turun drastis akibat kemarau panjang.
Dimanfaatkan Warga sebagai Jalan Pintas
Ketika muncul ke permukaan, jembatan Nglengkong dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai jalur pintas atau dalam bahasa lokal disebut nyidat menuju Sendangsari, yang berada di jalan raya Wonogiri-Solo.
Warga setempat mengenal jalur menuju jembatan ini sebagai "jalan mati" karena tidak dapat digunakan ketika air waduk naik dan menenggelamkan seluruh area di sekitarnya.
Bekas jalan itu tadi hanya sepeda motor saja kalau sudah kering atau sudah tidak ada airnya.
Jalur tersebut kebanyakan dilalui oleh warga yang hendak pergi ke area penghijauan, sawah, atau untuk memancing.
Terkecuali kalau orang akan mencari ikan, mengolah di sekitarnya itu menjadi sawah, itu ya bisa sampai di situ, di sekitar kanan-kiri jalan sampai jembatan itu dulu lalu diolah atau dimanfaatkan petani untuk sawah, untuk ladang.
Akan Tenggelam Kembali Saat Musim Hujan
Kemunculan jembatan Nglengkong hanya bersifat sementara. Struktur bangunan bersejarah ini akan kembali tenggelam ketika musim hujan tiba dan permukaan air Waduk Gajah Mungkur naik kembali.
Kalau kemarau begini bisa dilalui, tapi kalau nanti musim hujan genangan itu bisa kembung lagi, bisa menggenang lagi, itu jalan itu diputus oleh genangan.
Menurut pengamatannya selama bertahun-tahun, jembatan biasanya akan tenggelam sepenuhnya sekitar dua bulan setelah musim hujan dimulai.
Ya tenggelamnya tinggal hujannya kapan, biasanya dua bulan setelah hujan itu jembatannya tenggelam sepenuhnya.












