Geologi & Bencana

3 menit baca

Intan Permata

BMKG: Sebagian Besar Indonesia Berawan Hari Ini, Tiga Provinsi Diperingatkan Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan mayoritas wilayah Indonesia mengalami cuaca berawan pada Senin (14/9/2026). Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau diperingatkan waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

69705f03b1651.jpg

BMKG: Sebagian Besar Indonesia Berawan Hari Ini, Tiga Provinsi Diperingatkan Hujan Lebat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia akan mengalami cuaca berawan hingga cerah berawan pada Senin (14/9/2026). Meski sebagian besar wilayah diprediksi berawan, masyarakat di beberapa daerah tetap perlu mewaspadai potensi hujan dan gangguan jarak pandang akibat kabut maupun asap.

Prakirawan cuaca BMKG Lintang mengatakan, kondisi berawan hingga berawan tebal serta cerah berawan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Samarinda di Kalimantan Timur, dan sebagian wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi ini terjadi meskipun sekitar 80,7 persen wilayah Indonesia atau 564 Zona Musim masih berada dalam periode musim kemarau per awal September 2026.

Peringatan Hujan Lebat untuk Tiga Provinsi

BMKG mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Peringatan ini menjadi perhatian serius mengingat kedua provinsi di Sumatera tersebut pernah mengalami bencana banjir dan longsor parah pada akhir November 2025 yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka.

Untuk bagian barat Indonesia, waspada terdapat potensi hujan ringan di Medan, Padang, dan Tanjung Pinang

kata Lintang di Jakarta, Senin, sebagaimana dikutip dari Antara.

Lintang menambahkan bahwa cuaca ekstrem dengan hujan lebat dapat terjadi secara lokal meskipun sebagian besar negara masih dalam periode kemarau. BMKG telah memprediksi musim kemarau 2026 datang lebih awal dengan puncaknya pada Agustus, dan diprediksi lebih kering serta lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Fenomena El Niño yang berpeluang bertahan hingga awal 2027 turut memengaruhi pola cuaca ini.

Kabut dan Asap di Wilayah Kalimantan dan Papua

Selain hujan, BMKG juga memperingatkan kondisi udara kabur yang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Pontianak di Kalimantan Barat, dan Banjarmasin di Kalimantan Selatan. Potensi asap atau kabut juga diprakirakan terjadi di Manokwari, Papua Barat, serta Palangka Raya di Kalimantan Tengah dan Tanjung Selor di Kalimantan Utara.

Gangguan jarak pandang ini dapat memengaruhi aktivitas transportasi darat, laut, dan udara. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk lebih waspada dan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca terkini.

Pemantauan Bibit Siklon Tropis

BMKG juga memantau bibit Siklon Tropis 98W yang berada di daratan Kamboja. Menurut Lintang, bibit siklon tersebut memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Selain itu, sirkulasi siklonik terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina. Fenomena tersebut dapat meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya, tetapi sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap cuaca di Indonesia.

Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia

BMKG mencatat peningkatan kecepatan angin permukaan di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Kondisi tersebut terpantau di perairan selatan Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timor, Laut Sawu, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga perairan utara Papua.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya

ujar Lintang.

Gelombang tinggi di perairan Indonesia dapat mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan menghadapi bahaya saat gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang saat gelombang di atas 1,5 meter, dan kapal feri saat gelombang di atas 2,5 meter. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan perjalanan.

BMKG, yang merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian Indonesia yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, memiliki jaringan 180 stasiun meteorologi, geofisika, dan klimatologi serta 5 Balai Besar Wilayah untuk mendukung pemantauan cuaca di seluruh Indonesia. Kemampuan pemantauan yang luas ini memungkinkan BMKG memberikan prakiraan cuaca yang akurat untuk wilayah Indonesia yang terletak di kawasan Ring of Fire pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar, menjadikan negara ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

BMKGBanjirIndonesia
← Kembali ke Geologi & Bencana

Berita lainnya