Sains

2 menit baca

Intan Permata

Ikan Purba Coelacanth yang Berusia 400 Juta Tahun Masih Hidup di Perairan Indonesia

Peneliti BRIN mengungkapkan bahwa Coelacanth, ikan purba yang lebih tua dari dinosaurus, masih hidup di perairan Indonesia. Spesies Latimeria menadoensis ini ditemukan di berbagai lokasi dari Sulawesi Utara hingga Papua.

68351d5e70475.jpg

Ikan Purba Coelacanth yang Berusia 400 Juta Tahun Masih Hidup di Perairan Indonesia

Spesies ikan yang telah ada sejak 400 juta tahun lalu, jauh lebih tua dari era dinosaurus, masih dapat ditemukan hidup di perairan Indonesia. Ikan tersebut adalah Coelacanth, yang dikenal sebagai salah satu fosil hidup paling spektakuler di dunia.

Femmy Hukom, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Koordinator Penelitian Ikan Coelacanth di Indonesia, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis Coelacanth yang masih bertahan hingga saat ini. Spesies pertama, Latimeria chalumnae, ditemukan di perairan Afrika. Sementara spesies kedua, Latimeria menadoensis, mendiami perairan Indonesia.

Penemuan Coelacanth pertama kali terjadi di Afrika Selatan pada tahun 1938, mengejutkan dunia ilmiah karena spesies ini sebelumnya diyakini telah punah. Hampir enam dekade kemudian, pada tahun 1997, Coelacanth ditemukan di perairan Manado, Sulawesi Utara, menandai keberadaan spesies Indonesia.

Penyebaran Coelacanth di Nusantara

Sejak penemuan awal di Manado, ikan purba ini telah teridentifikasi di berbagai lokasi di Indonesia. Femmy menyebutkan bahwa Coelacanth ditemukan di Pulau Talisei, Pulau Gangga, Bitung, Gorontalo, Maluku Utara, Raja Ampat, serta Biak. Penyebaran yang luas ini menunjukkan bahwa perairan Indonesia menyediakan habitat yang cocok bagi kelangsungan hidup spesies langka ini.

Penelitian terhadap Coelacanth di Indonesia dilakukan melalui kerja sama antara BRIN dengan berbagai universitas dan organisasi penelitian. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang ekologi, perilaku, dan kondisi habitat ikan purba tersebut.

Mengapa Disebut Fosil Hidup

Coelacanth mendapat julukan "fosil hidup" karena bentuk fisiknya yang hampir tidak berubah selama ratusan juta tahun. Femmy menjelaskan bahwa secara morfologis, ikan ini tampak identik dengan fosil nenek moyangnya yang hidup sekitar 400 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul di era Mesozoikum yang dimulai sekitar 252 juta tahun lalu.

Namun, Femmy menegaskan bahwa anggapan Coelacanth tidak berevolusi sama sekali tidaklah sepenuhnya akurat. Secara genetika, ikan ini tetap mengalami evolusi, hanya saja perubahan fisik luarnya berlangsung dengan kecepatan yang sangat lambat dibandingkan makhluk hidup lainnya.

Fenomena ini dikenal dalam dunia sains sebagai "Stasis Fenotip" atau "Stasis Morfologi", di mana karakteristik fisik eksternal suatu organisme bertahan dalam jangka waktu yang sangat panjang dengan sedikit atau tanpa perubahan yang terlihat. Coelacanth menjadi salah satu contoh paling ekstrem dari fenomena ini dalam sejarah evolusi kehidupan di Bumi.

Keberadaan Coelacanth di perairan Indonesia tidak hanya memiliki nilai ilmiah yang tinggi, tetapi juga mengingatkan akan pentingnya konservasi laut untuk melindungi spesies langka dan purba yang masih bertahan hingga kini.

BRINIndonesia
← Kembali ke Sains

Berita lainnya