Harga Saham Amazon (AMZN) Hari Ini 15 Oktober 2026: Melemah ke $254,08
Saham Amazon.com Inc. (AMZN) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, berada di level $254,08 atau turun $4,50 dibanding penutupan sesi sebelumnya. Penurunan 1,74% ini terjadi setelah saham membuka di $258,01 dan bergerak dalam kisaran $252,66 hingga $259,65 sepanjang sesi reguler.
Volume perdagangan mencapai sekitar 34,82 juta saham, dengan kapitalisasi pasar Amazon berada di kisaran $2,74 triliun. Posisi ini menempatkan perusahaan e-commerce raksasa tersebut sebagai perusahaan paling bernilai kelima di dunia. Pada perdagangan after-hours, tekanan jual berlanjut dengan harga tergelincir ke $250,40 atau turun tambahan 1,45%.
Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham Amazon berfluktuasi antara $196,00 hingga $287,20. Rasio price-to-earnings perusahaan saat ini berada di 20,43 kali, sementara forward P/E tercatat 27,05 kali. Laporan kinerja kuartal ketiga Amazon dijadwalkan akan dirilis pada 29 Oktober 2026.
Revisi Target Harga Jelang Rilis Laporan Keuangan
Menjelang publikasi laporan kuartalan, sejumlah analis Wall Street melakukan penyesuaian proyeksi harga saham Amazon. Pada 12 Oktober 2026, Cantor Fitzgerald mempertahankan rekomendasi beli namun menurunkan target harga dari $320 menjadi $310. Di hari yang sama, Wells Fargo juga memangkas targetnya dari $338 ke $329 sambil tetap mempertahankan rating beli.
HSBC turut mengonfirmasi rekomendasi beli dengan target $310, sementara Needham pada 7 Oktober menegaskan rating beli dengan proyeksi $300. Yorkville Ives & Co yang dipimpin oleh Daniel Ives memulai liputan dengan rating beli dan target harga $300.
Meski terjadi pemangkasan target oleh beberapa lembaga, sentimen keseluruhan dari komunitas analis tetap optimistis. Sebanyak 60 analis yang memantau saham Amazon memberikan konsensus strong buy tanpa satu pun rating jual. Target harga rata-rata berada di $331,46, mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 30% dari harga penutupan terakhir, dengan rentang proyeksi antara $230 hingga $405.
Kinerja AWS dan Rencana Belanja Modal Jadi Sorotan
Dalam analisis yang dirilis pada 12 Oktober, 24/7 Wall St. menyoroti kinerja kuat divisi Amazon Web Services yang mencatatkan pertumbuhan 37% dengan margin operasional mencapai 39,4%. Backlog bisnis cloud ini telah mencapai $496 miliar, mencerminkan permintaan yang masih solid untuk layanan komputasi awan.
Namun, investor juga perlu mencermati rencana belanja modal perusahaan yang mencapai sekitar $200 miliar untuk tahun 2026. Free cash flow trailing Amazon masih berada di teritori negatif sekitar $7,6 miliar, menjadi faktor yang patut diperhatikan dalam menilai kesehatan finansial jangka pendek perusahaan.
Negosiasi Akuisisi Startup AI Senilai $7 Miliar
Di luar dinamika perdagangan saham, perhatian pasar juga tertuju pada langkah strategis Amazon di bidang kecerdasan buatan. Ynetnews melaporkan pada 11 Oktober 2026, mengutip Wall Street Journal, bahwa Amazon sedang dalam tahap negosiasi untuk mengakuisisi startup AI Decart dengan valuasi sekitar $7 miliar.
Kesepakatan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu dekat jika pembicaraan berjalan lancar, meski hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak. Laporan yang sama menyebutkan bahwa pembicaraan Decart sebelumnya dengan Nvidia dan Anthropic tidak berlanjut.
Decart, yang berkantor pusat di San Francisco, didirikan sekitar tiga tahun lalu oleh insinyur perangkat lunak asal Israel. Perusahaan ini mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan model AI berjalan di berbagai jenis prosesor tanpa perlu dioptimalkan ulang untuk setiap chip. Teknologi ini mencakup model proprietary bernama Lucy dan Oasis.
Bagi Amazon, teknologi Decart dinilai dapat mempermudah migrasi beban kerja ke chip Trainium 3 milik AWS, sehingga memperkuat posisi kompetitif perusahaan dalam menghadapi dominasi Nvidia di pasar akselerator AI. Pelaku pasar akan memantau perkembangan akuisisi ini bersama dengan rilis laporan kinerja kuartal ketiga yang dijadwalkan akhir Oktober.












