Asia Pasifik

2 menit baca

Maya Kartika

Delegasi Alumni Indonesia Temui Jubir Kemenlu Tiongkok Mao Ning di Beijing

Sebanyak 20 delegasi alumni Indonesia melakukan kunjungan akademik ke Beijing dan Chongqing memperkuat diplomasi melalui penyerahan buku hubungan bilateral

lake-e82ffa5a-cbcf-464f-8333-fb7bbfafd3e9-0.octet-stream
```html

Delegasi Alumni Indonesia Temui Jubir Kemenlu Tiongkok Mao Ning di Beijing

SEBANYAK 20 delegasi alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di berbagai universitas di Tiongkok menggelar cultural and academic visit ke Beijing dan Chongqing pada 10–16 Oktober 2026. Kunjungan ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat hubungan bilateral melalui diplomasi budaya, pertukaran akademik, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor.

Para delegasi terdiri dari para profesional yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis di Tanah Air, mulai dari pendidikan tinggi, organisasi keagamaan, hingga riset dan inovasi. Pengalaman akademik mereka selama di Tiongkok menjadi modalitas penting dalam membangun jembatan kerja sama yang lebih kokoh antara kedua negara.

Pertemuan dengan Mao Ning

Salah satu agenda utama dalam kunjungan di Beijing adalah pertemuan dengan Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (Spokesperson of the Ministry of Foreign Affairs of China). Dalam kesempatan tersebut, delegasi menyerahkan dua karya literatur yang merekam perjalanan hubungan bilateral kedua negara dari perspektif sejarah dan kemitraan masa depan.

Dua buku yang diserahkan adalah:

  1. Hubungan Bilateral 75 Tahun Indonesia–Tiongkok (terbit 2025)
  2. Indonesia–Tiongkok: Dari Akar Peradaban Berbuah Kemitraan (terbit 2026)

Kedua buku tersebut ditulis oleh Budy Sugandi bersama sejumlah penulis lainnya. Penyerahan ini menjadi simbol kontribusi intelektual alumni dalam memperkuat pemahaman antarbangsa.

Lebih dari sekadar dokumentasi sejarah, kedua buku itu diharapkan dapat menjadi referensi untuk memahami perjalanan persahabatan kedua negara, termasuk peluang memperluas kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, dan pembangunan sumber daya manusia

ujar Budy Sugandi.

Profil Delegasi dan Sektor Strategis

Delegasi ini mencakup tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang kelembagaan yang memiliki pengaruh di Indonesia. Berikut adalah profil singkat beberapa anggota delegasi:

  • KH Imron Hamid – Rektor Unira Malang & Ketua PBNU
  • Budy Sugandi – Kepala Buperta Pramuka
  • Syaifudin Zuhri – Direktur SINO Nusantara Institute
  • Muhammad Aziz – Dosen UAD & Pengurus PP Muhammadiyah
  • Arafat Febriandirza – Peneliti BRIN

Diplomasi Melalui Jejaring Alumni

Keberagaman latar belakang delegasi mencerminkan luasnya potensi kontribusi alumni pendidikan Tiongkok bagi pembangunan nasional Indonesia. Di bidang pendidikan, mereka berperan memperluas kerja sama antarkampus, sementara di bidang riset, kolaborasi lintas negara diharapkan mampu memicu inovasi baru.

Kunjungan ini menegaskan bahwa investasi pendidikan internasional memberikan dampak jangka panjang. Jejaring yang terbentuk selama masa studi kini diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam memperkuat hubungan people-to-people yang melampaui diplomasi formal antarpemerintah.

Kunjungan berlangsung selama tujuh hari (10–16 Oktober 2026) mencakup dua kota utama, yakni Beijing sebagai pusat pemerintahan dan Chongqing sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan industri di Tiongkok.

```
TiongkokIndonesia
← Kembali ke Asia Pasifik

Berita lainnya