Global

3 menit baca

Maya Kartika

Greenland Raup Investasi Besar di Tengah Ancaman Trump

Greenland memanfaatkan ancaman akuisisi Trump untuk menarik investasi dari Uni Eropa dan Denmark senilai miliaran dolar dalam sektor mineral, energi terbarukan, dan infrastruktur.

6856378aa4583.jpg

Greenland Raup Investasi Besar di Tengah Ancaman Trump

Greenland berhasil memanfaatkan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakuisisi wilayahnya dengan menarik investasi besar-besaran dari negara-negara Eropa dan memperkuat hubungan diplomatik dengan Brussels.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengunjungi ibu kota Greenland, Nuuk, pada Senin (7/9/2026) dan mengumumkan paket investasi senilai 200 juta euro atau sekitar Rp 4 triliun. Investasi ini akan difokuskan pada sektor pertambangan mineral, komunikasi satelit, dan pengembangan energi terbarukan.

Dalam kunjungan tersebut, von der Leyen bersama Perdana Menteri Denmark dan Perdana Menteri Greenland menandatangani deklarasi bersama yang bertujuan mempererat kerja sama antara Greenland dengan Uni Eropa.

"Menurut saya, hal ini mencerminkan pilihan tegas Greenland untuk mempererat hubungan dengan Uni Eropa, sejalan dengan nilai-nilai, kebebasan, serta kepentingannya," ujar von der Leyen.

Deklarasi tersebut juga menunjukkan bahwa Eropa telah mengambil "keputusan untuk lebih hadir dan lebih terlibat di Greenland serta kawasan Arktik."

Cakupan Investasi Uni Eropa

Investasi baru dari Uni Eropa mencakup beberapa proyek strategis untuk meningkatkan layanan satelit dan akses internet di wilayah-wilayah terpencil Greenland. Selain itu, terdapat dua proyek pertambangan yang ditujukan untuk mengamankan pasokan bahan baku kritis bagi industri Eropa.

Denmark juga menunjukkan dukungan kuat terhadap Greenland. Tahun lalu, Kopenhagen mengumumkan tambahan belanja militer lebih dari 6,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 114 triliun untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktik dan Atlantik Utara, termasuk wilayah Greenland.

Pemerintah Denmark juga mengalokasikan tambahan 250 juta dollar AS atau Rp 4,4 triliun hingga tahun 2029 untuk mendukung pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi di Greenland.

Uni Eropa bahkan mengusulkan untuk menggandakan lebih dari dua kali lipat pendanaan untuk Greenland dalam anggaran jangka panjangnya periode 2028 hingga 2034, dari angka sebelumnya menjadi 530 juta euro atau sekitar Rp 10 triliun.

Greenland Manfaatkan Momen

Para politikus Greenland memanfaatkan meningkatnya perhatian internasional terhadap pulau tersebut untuk mendorong investasi lebih besar dari Eropa. Menteri Luar Negeri Greenland Múte B Egede menyampaikan kepada anggota Parlemen Eropa pekan lalu bahwa negara-negara lain perlu segera mengajukan tawaran karena situasi di Greenland terus berkembang dinamis.

Amerika Serikat Belum Tawarkan Kesepakatan Konkret

Di sisi lain, Amerika Serikat sejauh ini belum memberikan kesepakatan ekonomi konkret yang sebanding dengan dukungan finansial dari Eropa dan Denmark. Padahal, Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk membeli Greenland dan mengatakan bahwa Amerika Serikat membutuhkan pulau itu untuk kepentingan keamanan nasional.

Greenland memiliki posisi strategis karena berada di jalur penerbangan rudal dari Rusia menuju Amerika Utara. Pulau ini juga memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk industri teknologi modern. Namun, Trump belum menyebutkan harga pembelian maupun menawarkan kesepakatan konkret kepada pemerintah Greenland.

Pendekatan Trump justru mendapat penolakan dari sebagian besar warga Greenland. Ketika utusan pilihannya, Gubernur Louisiana Jeff Landry, berkunjung ke Nuuk untuk pertama kalinya pada bulan Mei, sebagian besar warga setempat menghindarinya dan tidak memberikan sambutan.

Ancaman akuisisi dari Trump justru mendorong pemerintah Greenland untuk semakin mendekatkan diri dengan Brussels dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara Eropa. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk menjaga kedaulatan sambil meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui investasi infrastruktur dan pengembangan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Donald Trump
← Kembali ke Global

Berita lainnya