Global

3 menit baca

Maya Kartika

Brankas Ultra-Aman di Bawah Pegunungan Alpen Swiss Tawarkan Perlindungan Setara Bank Sentral

Perusahaan Swiss membangun jaringan brankas bawah tanah di Pegunungan Alpen dengan tingkat keamanan sebanding Swiss National Bank. Fasilitas ini ditargetkan untuk kalangan superkaya yang ingin melindungi aset dari berbagai ancaman global.

68c425576b5d1.jpg

Brankas Ultra-Aman di Bawah Pegunungan Alpen Swiss Tawarkan Perlindungan Setara Bank Sentral

Sebuah perusahaan Swiss tengah mengembangkan jaringan brankas bawah tanah berteknologi tinggi di Pegunungan Alpen yang dirancang khusus untuk melindungi aset kalangan superkaya dari pencurian, ketidakstabilan geopolitik, hingga ancaman lingkungan.

Proyek bernama Brunig Mega Safe ini dibangun di bawah formasi batuan masif Brunig, dekat Desa Lungern. Kompleks yang dikembangkan oleh pengusaha Swiss Thomas Gasser ini diperkirakan memiliki 20 hingga 24 ruang penyimpanan pribadi, masing-masing terletak lebih dari 100 meter di bawah lapisan batuan padat.

Menurut laporan majalah Time, fasilitas tersebut dirancang untuk menahan serangan drone dan menawarkan tingkat perlindungan yang sebanding dengan Swiss National Bank. Keamanan berlapis ini menjawab kekhawatiran global terhadap ancaman yang semakin kompleks di era modern.

Harga Sewa dan Kepemilikan Legal

Ruang penyimpanan ditawarkan melalui sistem sewa selama 99 tahun dengan harga mulai sekitar 500.000 franc Swiss atau sekitar Rp 11 miliar. Unit berukuran lebih besar dibanderol mendekati 1 juta franc Swiss atau sekitar Rp 22 miliar.

Berbeda dengan brankas bank konvensional, klien akan menerima hak kepemilikan legal dengan nomor parsel sendiri dalam daftar registrasi tanah. Mereka bahkan dapat menggadaikan properti tersebut, memberikan fleksibilitas finansial yang tidak tersedia di fasilitas penyimpanan tradisional.

Beragam Aset yang Dapat Disimpan

Para klien dapat menggunakan ruang pribadi untuk menyimpan berbagai aset bernilai tinggi, mulai dari emas, karya seni, mobil klasik, barang mewah, hingga anggur. Ruang bawah tanah akan mempertahankan suhu alami sekitar 13 derajat Celsius, kondisi ideal untuk menyimpan koleksi sensitif terhadap perubahan suhu.

Permintaan awal dari calon klien mencerminkan skala kekayaan yang dilayani fasilitas ini. Satu orang ingin menyimpan 20 mobil, sementara klien lain meminta ruang untuk 100.000 botol anggur. Minat telah datang dari Jerman, Swedia, Uni Emirat Arab, dan Swiss sendiri.

Tradisi Bunker Switzerland

Proyek ini memanfaatkan keahlian puluhan tahun perusahaan keluarga Gasser dalam konstruksi bawah tanah, penggalian batu, dan penggunaan bahan peledak. Perusahaan yang mempekerjakan 300 orang ini telah menginvestasikan jutaan franc Swiss dalam prosedur perizinan.

Switzerland memiliki sekitar 360.000 bunker dan instalasi pertahanan sipil, banyak di antaranya kini dialihfungsikan untuk penggunaan sipil termasuk pusat data dan brankas pribadi. Tradisi infrastruktur bawah tanah yang kuat ini menjelaskan mengapa fasilitas seperti Brunig Mega Safe sejalan dengan budaya dan keahlian Swiss.

Dengan lebih dari 4.700 individu dengan kekayaan ultra-tinggi tinggal di Switzerland dan negara ini mengelola sekitar 2,4 triliun franc Swiss dalam aset lintas batas pada tahun 2026, permintaan untuk fasilitas penyimpanan aman tingkat tinggi terus meningkat.

Seleksi Klien yang Ketat

Gasser menegaskan bahwa perusahaannya telah menyaring calon klien dengan cermat. Dalam dua tahun terakhir, mereka menolak dua hingga tiga aplikasi karena asal-usul dana yang tidak jelas, menunjukkan komitmen terhadap uji tuntas dan kepatuhan regulasi.

Konstruksi saat ini masih berlangsung dan fasilitas diperkirakan mulai beroperasi pada tahun 2027. Pengembang juga memiliki rencana menyediakan ruang hunian modular, yang berpotensi menjadikan kompleks bawah tanah sebagai tempat perlindungan saat terjadi krisis besar.

Minat terhadap penyimpanan bawah tanah yang aman di Eropa meningkat seiring dengan situasi keamanan regional. Militer Swiss sendiri saat ini mengevaluasi pengaktifan kembali bunker lama untuk menyimpan persediaan medis darurat dan amunisi sebagai respons terhadap perubahan lanskap keamanan di Eropa.

Tiongkok
← Kembali ke Global

Berita lainnya