Internet & Media Sosial

3 menit baca

Putri Maharani

Foto Demonstrasi Aceh dan Papua yang Viral Ternyata Gambar Lama, Bukan dari Agustus 2026

Foto yang diklaim sebagai aksi unjuk rasa di Aceh dan Papua pada 15 Agustus 2026 ternyata adalah gambar dari peristiwa berbeda di tahun-tahun sebelumnya. Foto Aceh berasal dari protes Juni 2025, sementara foto Papua beredar sejak 2019.

6a22820391e18.jpg

Foto Demonstrasi Aceh dan Papua yang Viral Ternyata Gambar Lama, Bukan dari Agustus 2026

Foto-foto yang beredar luas di media sosial dengan klaim menampilkan demonstrasi di Aceh dan Papua pada Sabtu, 15 Agustus 2026, ternyata menggunakan gambar dari peristiwa lama yang tidak terkait dengan tanggal tersebut.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, foto demonstran di Aceh yang membentangkan bendera Bulan Bintang dan spanduk "Aceh Melawan" sebenarnya diambil pada 16 Juni 2025. Saat itu, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Aksi Juni 2025 tersebut memprotes keputusan pemerintah pusat yang menetapkan empat pulau—Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan—sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Sengketa pulau-pulau ini sebenarnya telah berlangsung sejak 2007, dengan pemerintah pusat berulang kali menerbitkan keputusan pada 2017, 2021, dan 2022 yang menempatkan pulau-pulau tersebut di bawah yurisdiksi Sumatera Utara, yang selalu ditentang oleh pemerintah Aceh.

Presiden Prabowo kemudian membalikkan keputusan tersebut pada 17 Juni 2025, menyatakan keempat pulau tersebut merupakan bagian dari wilayah administratif Aceh. Pulau-pulau yang diperebutkan ini terletak dekat dengan Wilayah Kerja Singkil Offshore, blok minyak dan gas yang dioperasikan oleh Conrad Energy yang dipercaya mengandung cadangan hidrokarbon signifikan, sehingga memicu dugaan bahwa sengketa ini tidak hanya soal batas wilayah tetapi juga kontrol atas sumber daya alam.

Sementara itu, foto demonstran Papua yang membawa bendera Bintang Kejora ditemukan dalam artikel opini CNN Indonesia yang dipublikasikan pada 22 Agustus 2019. Gambar tersebut terkait dengan serangkaian kerusuhan di Papua yang dimulai pada 19 Agustus 2019, dipicu oleh insiden rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan kota-kota Jawa lainnya pada 15-18 Agustus 2019.

Protes 2019 tersebut meluas ke berbagai kota termasuk Jayapura, Manokwari, Wamena, dan Sorong, mengakibatkan 31-33 orang tewas dan ratusan lainnya terluka. Pemerintah Indonesia merespons dengan memblokir internet di wilayah Papua pada 22 Agustus 2019 dan mengerahkan ribuan pasukan keamanan tambahan ke wilayah tersebut.

Peristiwa Sebenarnya pada 15 Agustus 2026

Meski foto-foto yang beredar tidak akurat, memang benar terjadi demonstrasi dan ketegangan di Aceh pada 15 Agustus 2026. Tanggal tersebut menandai peringatan 21 tahun penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005, yang mengakhiri lebih dari tiga dekade konflik bersenjata antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah Indonesia.

Menurut laporan Tempo.co, peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2026 berakhir dengan kericuhan ketika seorang warga mengganti bendera Indonesia dengan bendera bulan bintang di area Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh juga melaporkan bahwa pasukan TNI melakukan razia terhadap warga yang hendak menghadiri acara peringatan tersebut.

Insiden bendera ini mengingatkan pada sejarah panjang aspirasi kemerdekaan di Aceh. Pada November 1999, ratusan ribu orang turun ke jalan di Banda Aceh menuntut referendum kemerdekaan, terinspirasi oleh keberhasilan referendum Timor Timur yang disupervisi PBB pada tahun yang sama. Tuntutan referendum tetap menjadi tema berulang dalam wacana politik Aceh hingga kini.

Pola Misinformasi dengan Foto Lama

Peredaran foto-foto lama yang diklaim sebagai peristiwa terkini ini sejalan dengan peringatan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia pada akhir Juli 2026. Direktur Jenderal Kementerian Kominfo, Fifi Aleyda Yahya, memperingatkan publik tentang peredaran foto dan video lama yang disajikan sebagai peristiwa terkini, menyatakan bahwa konten tanpa penanda waktu, lokasi, dan konteks yang jelas berpotensi menyesatkan dan memperburuk situasi.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa foto di luar konteks merupakan bentuk misinformasi yang sangat ampuh dan lebih sederhana dibuat dibandingkan deepfake. Foto-foto semacam ini bisa sangat efektif menyesatkan orang karena terlihat autentik, meskipun konteksnya sepenuhnya salah.

Berdasarkan verifikasi menyeluruh, foto-foto yang diklaim menampilkan demonstrasi di Aceh dan Papua pada 15 Agustus 2026 perlu diluruskan karena dibagikan dengan konteks yang keliru. Foto demonstrasi Aceh berasal dari aksi Juni 2025 terkait sengketa pulau dengan Sumatera Utara, sementara foto demonstrasi Papua telah beredar setidaknya sejak Agustus 2019 dan terkait dengan protes yang dipicu oleh insiden rasisme terhadap mahasiswa Papua.

Media Sosial
← Kembali ke Internet & Media Sosial

Berita lainnya