Video Konvoi Bus Disalahartikan sebagai Santri Tebuireng Menuju Demo Jakarta
Sebuah video yang memperlihatkan konvoi bus beredar di media sosial dengan klaim menyesatkan menjelang demonstrasi besar di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Video tersebut dinarasikan sebagai rombongan santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang akan mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.
Klaim tersebut dipastikan sebagai informasi bohong atau hoaks. Verifikasi menunjukkan bahwa video yang beredar adalah rekaman konvoi kegiatan family gathering sebuah perusahaan transportasi, bukan mobilisasi santri untuk demonstrasi.
Fakta di Balik Video Viral
Video asli tersebut diunggah di akun TikTok PT AFA Wisata, perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi darat dan pengelola layanan sewa bus. Rekaman memperlihatkan konvoi bus yang merupakan bagian dari acara internal perusahaan, bukan rombongan santri menuju Jakarta.
Tidak ada rombongan santri dari Pesantren Tebuireng yang mengikuti demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. Klaim yang menyebutkan mobilisasi santri Tebuireng untuk aksi tersebut adalah narasi palsu yang beredar di media sosial.
Konteks Demonstrasi 27 Agustus
Aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Sejumlah kelompok menggelar unjuk rasa, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan kelompok lainnya yang membawa tuntutan terkait RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi.
Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 62 aksi demonstrasi digelar di Jakarta pada hari tersebut. Aksi utama dimulai sekitar pukul 10.00-14.00 WIB di depan Gedung DPR RI, yang kemudian berakhir ricuh dengan massa bergerak ke Flyover Slipi dan Pejompongan.
Signifikansi Pesantren Tebuireng
Pondok Pesantren Tebuireng memiliki posisi historis penting dalam komunitas Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari pada 8 Agustus 1899 di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ini merupakan salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia dengan usia 127 tahun.
Pengasuh Pesantren Tebuireng saat ini adalah Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz), cicit dari KH Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama. Pada Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dari 27-31 Agustus 2026, Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Dalam penjaringan calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin meraup 472 suara dari total 552 pemilih, mengalahkan calon lain termasuk KH Yahya Cholil Staquf yang meraih 258 suara.
Gelombang Hoaks Jelang Demonstrasi
Video palsu tentang santri Tebuireng merupakan bagian dari gelombang hoaks dan misinformasi yang beredar luas di media sosial pada Juli-Agustus 2026. Berbagai konten menyesatkan terkait demonstrasi muncul, termasuk video lama yang disebarkan ulang dengan narasi keliru.
Fenomena ini mendorong Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid untuk menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang media meliput demonstrasi. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap beredarnya klaim yang menyebutkan adanya pemblokiran pemberitaan aksi demonstrasi.
Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, terutama terkait isu-isu sensitif seperti demonstrasi dan mobilisasi massa. Verifikasi dari sumber terpercaya menjadi kunci untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat memicu ketegangan sosial.












