Indonesia Raih Perak Esports, Posisi ke-14 Klasemen Asian Games 2026 Dibayangi Singapura
Indonesia menambah satu medali perak pada hari kedelapan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Tambahan tersebut datang dari cabang esports nomor Pokémon UNITE setelah tim Indonesia kalah 1-3 dari tuan rumah Jepang dalam partai final di Aichi Sky Expo Hall D, Tokoname, pada Minggu (27/9/2026).
Prestasi ini menjadi medali esports pertama Indonesia di Asian Games 2026, setelah sebelumnya gagal meraih medali di empat nomor esports lainnya: eFootball, Gran Turismo 7, Naraka: Bladepoint, dan Honor of Kings. Esports sendiri baru dipertandingkan sebagai cabang resmi peraih medali di Asian Games sejak edisi Hangzhou 2023, setelah sebelumnya menjadi cabang demonstrasi di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Tim esports Indonesia yang diperkuat Deni Ardiyanto, Novrizal Diananta Said, Marcello Hillers, GM Judha Raja Panggabean, dan Muhammad Haikal Irawan memulai final dengan kemenangan di gim pertama. Namun, Jepang merespons dengan menyamakan kedudukan 1-1 pada gim kedua, kemudian membalikkan keadaan menjadi 2-1 di gim ketiga. Tuan rumah menutup pertandingan dengan kemenangan di gim keempat untuk mengamankan medali emas.
Perolehan perak ini melampaui target awal tim Pokémon UNITE Indonesia yang hanya menargetkan medali perunggu sebelum turnamen dimulai. Dalam perjalanan menuju final, Indonesia terlebih dahulu mengalahkan Filipina 2-0 di babak semifinal.
Indonesia Bertahan di Posisi 14, Singapura Menguntit
Dengan tambahan medali perak tersebut, Indonesia kini mengoleksi 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu, atau total 24 medali. Posisi Indonesia bertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Asian Games 2026.
Namun, posisi Indonesia dibayangi oleh Singapura yang berada tepat di bawahnya. Negeri Singa juga mengoleksi 2 emas dan 5 perak, tetapi baru memiliki 3 perunggu. Dengan demikian, Indonesia unggul tipis dari Singapura dengan total 24 medali berbanding 10 medali.
Singapura meraih emas kedua mereka melalui pelari Shanti Pereira di nomor 200 meter putri. Pereira mencatatkan waktu 22,78 detik dan menjadi wanita pertama dalam sejarah Asian Games yang berhasil mempertahankan gelar juara 200 meter dalam dua edisi berturut-turut.
Sementara itu, Thailand masih kokoh di posisi enam besar klasemen dengan koleksi 9 emas, 7 perak, dan 10 perunggu (total 26 medali). Pada Minggu (27/9), Thailand menambah emas melalui Puripol Boonson dari nomor 200 meter putra cabang atletik. Malaysia juga terus menanjak dengan 6 emas, 2 perak, dan 8 perunggu, menembus 10 besar klasemen.
Konteks Performa Indonesia
Posisi ke-14 Indonesia di Asian Games 2026 ini hampir sama dengan pencapaian mereka di edisi sebelumnya. Pada Asian Games 2023 di Hangzhou, Indonesia finish di peringkat ke-13 dengan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu, meleset satu emas dari target yang ditetapkan.
Performa tersebut jauh berbeda dengan pencapaian terbaik Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, ketika sebagai tuan rumah mereka meraih 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu, finish di posisi keempat klasemen akhir.
Asian Games 2026 yang berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober di Aichi-Nagoya menampilkan 41 cabang olahraga dengan 461 nomor medali yang diperebutkan dalam 68 disiplin. Aksi pertandingan sebenarnya telah dimulai sejak 10 September, sembilan hari sebelum upacara pembukaan resmi.
China masih mendominasi klasemen dengan 119 emas, 48 perak, dan 38 perunggu (total 205 medali). Jepang di posisi kedua dengan 37 emas, 62 perak, dan 58 perunggu (total 157 medali), diikuti Korea Selatan di urutan ketiga dengan 21 emas, 23 perak, dan 39 perunggu (total 83 medali).












