Olahraga

2 menit baca

Dedi Kurniawan

Komunitas Pengguna GBK Mengajukan Proposal Pusat Fasilitas Olahraga di Lokasi Eks Hotel Sultan

Puluhan komunitas olahraga yang aktif di kawasan Gelora Bung Karno mengusulkan agar lahan bekas Hotel Sultan Blok 15 dialihfungsikan menjadi fasilitas olahraga publik dengan berbagai arena dan ruang aktivitas.

6a9c3cefb4d47.jpg

Komunitas GBK Usulkan Eks Hotel Sultan Jadi Pusat Olahraga

Kelompok-kelompok pengguna aktif kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta Pusat mengajukan usulan kepada pengelola agar area Blok 15 bekas Hotel Sultan difungsikan sebagai sentra fasilitas olahraga terbuka untuk masyarakat umum.

Gagasan tersebut disampaikan pada forum dengar pendapat publik yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Komplek GBK (PPKGBK) bersama dengan kelompok komunitas yang tergabung dalam GBK People pada Jumat malam, 4 September 2026.

Pertemuan berlangsung di salah satu ruang pertemuan di gedung bekas Hotel Sultan dengan kehadiran sekitar 50 perwakilan dari berbagai komunitas olahraga dan kegiatan publik yang rutin beraktivitas di kompleks GBK.

Komunitas yang menghadiri pertemuan tersebut sangat beragam, mencakup pelari, pemain tenis, softball, aerobik, latihan beban, kickboxing, pengguna sepatu roda, penari, serta berbagai cabang olahraga urban lainnya.

Aspirasi Beragam dari Komunitas

Dalam pertemuan itu, para perwakilan komunitas menyampaikan berbagai aspirasi mengenai kebutuhan infrastruktur olahraga dan optimalisasi ruang publik di kawasan GBK.

Komunitas Garuda Softball, sebagai contoh, mengajukan permintaan agar disediakan lapangan serbaguna yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas olahraga secara bergantian.

Sementara itu, komunitas Tennis Kuy menyampaikan harapan akan ketersediaan lapangan tenis beserta sistem pengaturan pemanfaatan fasilitas olahraga raket yang lebih terorganisir dan adil.

Usulan lainnya meliputi penyediaan ruang khusus untuk kegiatan olahraga anak dan remaja, studio untuk latihan tari, area untuk olahraga tinju, fasilitas bagi pengguna alat transportasi beroda seperti sepatu roda dan skateboard, hingga loker penyimpanan untuk komunitas yang beraktivitas secara rutin di kawasan tersebut.

Dari kalangan komunitas lari, muncul permintaan agar informasi mengenai agenda besar yang akan digelar di kawasan GBK disampaikan lebih awal dan terbuka, sehingga mereka dapat menyesuaikan rute dan jadwal aktivitas mereka.

Masukan juga disampaikan berkaitan dengan pengaturan keamanan dan komunikasi antara petugas keamanan dengan anggota komunitas agar tercipta interaksi yang lebih baik.

Komitmen PPKGBK Membuka Dialog

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, menyatakan bahwa forum dengar pendapat publik ini merupakan langkah membuka saluran komunikasi yang lebih erat dengan komunitas pengguna GBK.

Menurut Rakhmadi, kawasan GBK tidak hanya berfungsi sebagai kompleks olahraga dan aset milik negara, tetapi juga sebagai ruang publik yang digunakan oleh berbagai komunitas setiap harinya.

Pertemuan ini kami buat sebagai public hearing, agar PPKGBK bisa mendengar langsung masukan dari komunitas-komunitas yang selama ini beraktivitas di kawasan GBK. Kami ingin GBK semakin tertib, nyaman, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rakhmadi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah menentukan masa depan pemanfaatan Blok 15 bekas Hotel Sultan setelah aset tersebut dikembalikan kepada negara melalui proses eksekusi hukum pada Juni 2026.

PPKGBK, kata Rakhmadi, membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas untuk menyampaikan harapan dan gagasan mengenai bagaimana kawasan tersebut sebaiknya dimanfaatkan ke depan.

Jakarta
← Kembali ke Olahraga

Berita lainnya