Dua Atlet Muda Bertekad Raih Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus Meski Pernah Gagal
Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus memasuki fase turnamen pada Jumat (11/9/2026). Di antara ratusan peserta, dua nama muncul dengan cerita ketekunan yang menginspirasi: Keanu Al Fathir Rahadi dan Farnas Rozan Iraqee, yang kembali membawa mimpi sama setelah mengalami kegagalan di kesempatan sebelumnya.
Farnas Rozan Iraqee, atlet berusia 12 tahun asal Sampang, Madura, Jawa Timur, kini mengikuti audisi untuk keempat kalinya. Perjalanannya dimulai sejak 2023, kemudian berlanjut pada 2024 dan 2025. Namun, langkahnya belum pernah mencapai tahap karantina maupun mendapatkan Super Tiket yang memberikan akses langsung ke program pembinaan PB Djarum.
Tekad Kuat Menjadi Juara Dunia
Tahun ini, Farnas hadir dengan persiapan yang lebih matang. Ada satu alasan kuat yang membuatnya tidak pernah menyerah.
Untuk cita-cita saya agar bisa jadi pengin juara dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Farnas saat ditemui di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026). Kepercayaan dirinya menghadapi audisi keempat ini mencapai tingkat maksimal—ia memberikan nilai 10 dari 10 untuk mentalnya saat ini.
Pengalaman tiga kali gagal justru membuat Farnas semakin memahami ketatnya persaingan di audisi ini. Ia mengaku pernah menghadapi lawan yang lebih kuat dan mengalami kekalahan. Namun, pengalaman pahit itu tidak membuatnya mundur.
Ya musuhnya ada yang lebih bagus, tapi harus berani. Meskipun pernah kalah, tapi tahun ini harus berani.
Pindah Klub demi Persiapan Lebih Baik
Keseriusan Farnas terlihat dari keputusannya untuk pindah klub pada 2024. Ia meninggalkan PB Sony Dwi Kuncoro di Surabaya dan bergabung dengan PB Champion di Klaten. Perpindahan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menuju Audisi Umum PB Djarum.
Di Klaten, Farnas mendapatkan porsi latihan yang jauh lebih intensif—hingga tiga kali sehari. Program latihan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan mental dan pola pikir juara yang diperlukan untuk bersaing di level nasional.
Keanu Al Fathir Rahadi, atlet muda lainnya yang juga kembali mencoba peruntungan tahun ini, menunjukkan motivasi serupa. Meski belum berhasil di percobaan sebelumnya, ia tetap optimis bahwa dengan persiapan yang lebih baik, peluang untuk lolos ke program pembinaan PB Djarum akan semakin terbuka.
Audisi Umum PB Djarum merupakan ajang pencarian bakat bulu tangkis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PB Djarum sebagai bagian dari komitmen mereka dalam mengembangkan olahraga bulu tangkis Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan atlet muda dari berbagai daerah berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan bergabung dengan program pembinaan yang telah melahirkan banyak atlet nasional dan internasional.
Kisah Farnas dan Keanu menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Dengan tekad yang kuat, persiapan yang matang, dan keberanian untuk terus mencoba, mimpi untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional tetap terbuka lebar bagi siapa saja yang tidak menyerah.












