Kuliner

3 menit baca

Citra Dewi

Cara Menanam Kimpul di Rumah, Umbi Lokal yang Kini Viral di Media Sosial

Kimpul, umbi yang kini viral di TikTok sebagai pengganti nasi, ternyata mudah ditanam di pekarangan rumah. Tanaman bernama ilmiah Xanthosoma sagittifolium ini bahkan memberi makan 400 juta orang di seluruh dunia dan diakui pemerintah Indonesia sebagai komoditas pangan lokal.

6a72b5a5c21e0.jpg

Cara Menanam Kimpul di Rumah, Umbi Lokal yang Kini Viral di Media Sosial

Kimpul tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah seorang konten kreator TikTok memperkenalkannya sebagai alternatif pangan sehari-hari. Umbi yang bernama ilmiah Xanthosoma sagittifolium ini termasuk dalam keluarga talas-talasan (Araceae) dan dikenal pula sebagai talas Belitung.

Meski berasal dari kepulauan Amerika Tengah dan baru masuk Indonesia pada 1864, kimpul kini telah menyebar ke seluruh wilayah tropis Asia sejak abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Tanaman ini bahkan menjadi salah satu umbi penting yang memberi makan sekitar 400 juta orang di kawasan tropis seluruh dunia.

Keunggulan kimpul dibandingkan talas lainnya adalah kemampuannya menghasilkan banyak umbi anak di sekitar induknya. Rasanya yang hambar cocok dipadukan dengan berbagai lauk, menjadikannya kandidat kuat sebagai makanan pokok. Tepung kimpul bahkan mengandung karbohidrat hingga 145 gram per 100 gram, jauh lebih tinggi dibanding beras biasa yang hanya 79,3 gram per 100 gram.

Potensi Kimpul untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Di Indonesia, lebih dari 95 persen penduduk mengonsumsi nasi setiap hari, menciptakan ketergantungan struktural pada satu jenis pangan pokok. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Badan Pangan Nasional untuk secara resmi mengakui kimpul sebagai komoditas pangan lokal yang dapat mendukung program diversifikasi pangan.

Kimpul juga menawarkan keunggulan bagi kesehatan. Umbi ini bebas gluten secara alami, sehingga cocok bagi mereka yang perlu menghindari gluten dalam pola makan. Selain itu, kimpul memiliki indeks glikemik rendah, yang berarti dampaknya terhadap kadar gula darah lebih lambat dibanding banyak sumber karbohidrat lainnya.

Dari sisi produktivitas, kimpul mampu menghasilkan sekitar 3 ton tepung per hektare, menjadikannya substitusi yang efisien untuk tepung terigu dalam perspektif ketahanan pangan.

Panduan Menanam Kimpul di Rumah

Bagi yang tertarik menanam kimpul sendiri, berikut langkah-langkah yang dapat diikuti:

1. Siapkan Lokasi dan Media Tanam

Kimpul tumbuh optimal di kondisi hangat dan lembap dengan suhu di atas 25 derajat Celsius. Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1.200-6.000 milimeter dengan musim kering tidak lebih dari 4 bulan. Kondisi iklim tropis Indonesia sangat sesuai untuk budidaya kimpul.

Pilih tanah yang mengandung cukup humus dan air, dengan pH sekitar 5,5-5,6. Lokasi penanaman harus mendapat sinar matahari cukup dan memiliki drainase baik untuk mencegah genangan air.

Untuk penanaman di lahan, buat lubang berukuran sekitar 40 sentimeter x 40 sentimeter x 40 sentimeter dengan jarak antar tanaman sekitar 1 meter. Bila lahan terbatas, gunakan polybag, pot, ember, atau karung dengan lubang di bagian bawah untuk mencegah air menggenang yang dapat membuat umbi cepat busuk.

Pastikan media tanam gembur dan mampu menyimpan air dengan baik melalui campuran tanah, sekam, dan pupuk.

2. Pilih Bibit Berkualitas

Gunakan bibit dari umbi atau bagian batang yang sehat dan bebas penyakit. Bibit berkualitas penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan mengurangi risiko serangan penyakit.

Pilih bibit dari umbi yang sudah tua dan memiliki tunas kecil di permukaannya. Jika menggunakan batang, potong pelepah daun dan rapikan bagian bawahnya hingga berbentuk meruncing, dengan memastikan masih terdapat beberapa tunas pada batang.

3. Tanam dan Beri Pupuk

Letakkan bibit dalam lubang dengan posisi tegak sedalam 10 sentimeter. Timbun kembali dengan tanah hingga bagian pangkal batang tertutup sempurna.

Berikan pupuk dasar sesuai kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan awal tanaman. Pemupukan susulan dapat dilakukan secara berkala sesuai kondisi tanaman.

4. Perawatan Rutin

Siram tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Kimpul memerlukan kelembapan yang cukup untuk pertumbuhan optimal umbinya.

Lakukan penyiangan gulma secara berkala agar tidak bersaing dengan tanaman dalam menyerap nutrisi. Periksa tanaman secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda hama atau penyakit sejak dini.

5. Masa Panen

Kimpul memerlukan waktu sekitar 7-10 bulan dari penanaman hingga panen, yang sebanding dengan umbi lainnya dalam keluarga yang sama. Tanda umbi siap panen adalah daun yang mulai menguning dan layu.

Panen dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Angkat umbi induk beserta umbi-umbi anak yang tumbuh di sekelilingnya. Bersihkan dari tanah dan akar-akar halus sebelum disimpan atau diolah.

Dengan budidaya yang tepat, kimpul dapat menjadi sumber pangan alternatif yang produktif di pekarangan rumah, sekaligus mendukung upaya diversifikasi pangan dan ketahanan pangan keluarga.

Media SosialIndonesiaKuliner Nusantara
← Kembali ke Kuliner

Berita lainnya