Video Purbaya Ungkap Kerugian BUMN Terbukti Hasil Manipulasi AI
Konten video yang memperlihatkan sosok mirip mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan membuka data kerugian berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbukti palsu. Video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Narasi dalam video yang beredar di media sosial menampilkan figur Purbaya menyebutkan bakal mengungkap kerugian PLN, Pertamina, dan Garuda Indonesia. Pernyataan itu dikaitkan dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberhentikan dirinya dari jabatan Menteri Keuangan pada 14 September 2026.
Video serupa telah beredar sejak November 2025 dan kembali viral setelah pergantian kabinet. Dalam rekaman tersebut, sosok yang diklaim sebagai Purbaya mengatakan:
Rakyat enggak pernah hutang listrik, tapi PLN rugi. Rakyat beli tiket pesawat cash, tapi Garuda rugi. Rakyat beli bensin cash, tapi Pertamina rugi. Detik ini juga saya akan bongkar semuanya.
Bantahan Resmi Kementerian Keuangan
PPID Kementerian Keuangan telah mengeluarkan klarifikasi resmi pada 24 Juni 2026 melalui media sosial. Pernyataan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hoaks deepfake.
Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan pejabat negara, khususnya Menteri Keuangan. Deepfake merupakan teknologi manipulasi video menggunakan AI yang dapat membuat seseorang tampak mengatakan atau melakukan sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Hasil Verifikasi Teknis
Pemeriksaan menggunakan perangkat pendeteksi AI menunjukkan bukti kuat bahwa konten tersebut dibuat menggunakan teknologi generatif. Pengujian melalui platform Hive Moderation menghasilkan probabilitas 99,2 persen bahwa suara dalam video tersebut merupakan hasil sintesis AI, bukan rekaman asli suara Purbaya.
Teknik reverse image search juga membuktikan bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi deepfake. Tingkat akurasi deteksi yang mencapai hampir 100 persen menunjukkan bahwa konten tersebut sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.
Video palsu ini pertama kali muncul pada 11 November 2025 di Instagram, kemudian kembali beredar luas di Facebook pada 17 September 2026. Penyebaran konten deepfake semacam ini termasuk dalam kategori disinformasi yang dapat memicu kesalahpahaman publik terhadap kebijakan pemerintah dan kinerja BUMN.
Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang melibatkan pejabat publik dan kebijakan negara. Konten yang menggunakan teknologi deepfake kini semakin sulit dibedakan dengan rekaman asli, sehingga diperlukan kehati-hatian ekstra sebelum menyebarkan informasi.












