6 Negara yang Bayar Orang untuk Mau Tinggal di Wilayahnya, Mana Saja?
Sejumlah wilayah di Eropa memberikan insentif keuangan bagi siapa saja yang bersedia pindah dan menetap di daerah mereka. Program ini muncul sebagai respons terhadap penurunan populasi yang signifikan di kawasan pedesaan Eropa, di mana dalam dekade terakhir populasi pedesaan menurun hampir 8 juta jiwa atau 8,3 persen, sementara wilayah perkotaan justru bertambah lebih dari 10 juta penduduk.
Berbagai bentuk bantuan ditawarkan, mulai dari uang tunai untuk relokasi, bantuan membeli atau merenovasi rumah, hingga insentif untuk membuka usaha dan bahkan bonus kelahiran anak. Nilainya beragam, ada yang menawarkan puluhan juta rupiah hingga mencapai lebih dari Rp 1 miliar untuk orang yang memenuhi persyaratan dan bersedia menetap dalam jangka waktu tertentu.
Krisis demografi ini diperkirakan akan semakin parah. Komisi Eropa memproyeksikan bahwa pada 2050, hampir 30 persen populasi Eropa akan berusia 65 tahun ke atas, sementara populasi usia kerja terus menurun, menciptakan kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan tekanan pada sistem kesehatan serta layanan sosial.
Albinen, Swiss: Program Paling Besar dengan Syarat Ketat
Albinen, sebuah desa kecil di Pegunungan Alpen Swiss dengan populasi kurang dari 250 orang pada 2023, menawarkan pembayaran lebih dari 50.000 euro atau sekitar Rp 1 miliar kepada keluarga yang bersedia pindah ke sana. Orang dewasa berusia di bawah 45 tahun akan menerima 25.000 franc Swiss atau sekitar Rp 551 juta, ditambah 10.000 franc Swiss atau sekitar Rp 220 juta untuk setiap anak.
Desa yang terletak di lereng gunung di Kanton Valais ini berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari resor ski terkenal Verbier. Namun, sekolah desa telah ditutup sepuluh tahun lalu karena kekurangan murid, lebih dari setengah penduduk yang tersisa adalah lansia, dan banyak rumah telah diubah menjadi rumah liburan.
Ketika program relokasi diluncurkan, populasi Albinen telah menyusut hingga hanya 200 orang. Setelah liputan media internasional, program ini menerima sekitar 100 pertanyaan per hari, meskipun sebagian besar berasal dari luar negeri dan tidak memenuhi syarat ketat program.
Program ini hanya terbuka bagi warga negara Swiss atau warga asing yang memenuhi syarat dan telah tinggal di Swiss cukup lama untuk mendapatkan izin tinggal C. Izin ini biasanya memerlukan 10 tahun tinggal terus-menerus untuk warga negara non-Uni Eropa, meskipun warga Uni Eropa/EFTA dan warga negara dari negara tertentu termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris dapat mengajukan permohonan setelah 5 tahun.
Pendaftar juga diwajibkan tinggal di rumah yang memiliki nilai setidaknya 200.000 franc Swiss atau sekitar Rp 4,4 miliar serta berkomitmen untuk tinggal di Albinen selama 10 tahun. Albinen bukanlah satu-satunya desa di Swiss yang menghadapi masalah ini. Zeneggen, desa Alpine lainnya di dekat Albinen, juga menawarkan 3.934 franc Swiss per anak kepada keluarga yang pindah ke sana, dengan jumlah spesifik yang dipilih untuk sesuai dengan kode pos desa tersebut, karena menghadapi risiko penutupan sekolah yang serupa akibat penurunan jumlah murid.
Ponga, Spanyol: Insentif untuk Warga Inggris
Ponga, sebuah kota sekaligus wilayah administratif di barat laut Spanyol dengan populasi sekitar 577 hingga 600 orang pada 2024, akan membayar warga Inggris sebesar 2.600 poundsterling atau sekitar Rp 62,8 juta per orang untuk pindah ke sana. Tambahan 2.600 poundsterling juga akan diberikan untuk setiap bayi yang lahir di sana.
Program ini mensyaratkan penduduk baru untuk berkomitmen tinggal di Ponga selama setidaknya lima tahun untuk menerima pembayaran relokasi.
Sardinia, Italia: Strategi Komprehensif Senilai Rp 1,2 Triliun
Sardinia menawarkan insentif relokasi sebagai bagian dari strategi regional senilai 45 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun untuk mengatasi depopulasi pedesaan. Dana tersebut mencakup hingga 50 persen dari nilai properti untuk rumah di kotamadya dengan penduduk kurang dari 3.000 jiwa.
Program Sardinia tidak hanya menawarkan bantuan pembelian properti. Pulau ini juga memberikan pembayaran bulanan sebesar 600 euro untuk anak pertama yang lahir di kota-kota kecil dengan hingga 5.000 penduduk selama periode lima tahun, ditambah 400 euro per bulan untuk setiap anak tambahan, sebagai bagian dari langkah anti-depopulasi tahun 2025.
Wilayah Lainnya di Eropa
Selain Albinen, Ponga, dan Sardinia, masih ada wilayah lain di Eropa yang menawarkan program serupa, meskipun dengan nilai dan persyaratan yang berbeda-beda. Program-program ini mencerminkan tantangan demografis yang dihadapi banyak wilayah pedesaan Eropa, di mana penurunan populasi secara alami menjadi pendorong paling signifikan dari penurunan populasi, dengan daerah pedesaan mengalami penuaan populasi dan kehilangan migrasi bersih, menciptakan apa yang oleh peneliti disebut sebagai hasil depopulasi 'penyebab ganda'.
Meski menawarkan insentif yang menggiurkan, program-program ini menghadapi tantangan praktis, terutama terkait persyaratan ketat yang membatasi kelayakan pelamar dan kebutuhan akan komitmen jangka panjang dari penduduk baru untuk benar-benar membalikkan tren depopulasi.












