Amerika

2 menit baca

Maya Kartika

Christa Pike Keluar dari Rumah Sakit, Kembali ke Penjara Usai Eksekusi Mati Gagal

Terpidana mati AS Christa Pike telah dikembalikan ke penjara Tennessee setelah menjalani perawatan 10 hari di rumah sakit akibat kegagalan eksekusi suntik mati pada 30 September 2026.

6ac0fb4c44592.jpg

Christa Pike Akhirnya Keluar dari Rumah Sakit, Kembali ke Penjara Usai Eksekusi Mati Gagal

Terpidana mati Amerika Serikat Christa Pike telah keluar dari rumah sakit dan dikembalikan ke penjara setelah menjalani perawatan selama 10 hari. Perempuan berusia 50 tahun itu selamat dari upaya eksekusi suntik mati yang gagal di Tennessee pada akhir September lalu.

Menurut pernyataan tim pengacaranya pada Sabtu (10/10/2026), Pike masih membutuhkan perawatan medis meski kondisinya telah memungkinkan untuk meninggalkan fasilitas kesehatan. Ia kini kembali menjalani penahanan di penjara tempatnya menjalani hukuman selama tiga dekade terakhir.

Pike sebelumnya berada dalam kondisi kritis setelah selamat dari dua suntikan obat pentobarbital dalam upaya eksekusi mati pada 30 September 2026. Ia sempat tidak sadarkan diri selama beberapa hari sebelum akhirnya terbangun dan kembali berbicara pada Selasa (6/10/2026).

Pemulihan yang mengejutkan

Pemulihan Pike mengejutkan sejumlah ahli, tenaga medis, dan pengacaranya yang sebelumnya mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Kasus ini menjadi perhatian karena Pike diyakini sebagai satu-satunya terpidana mati yang selamat dari upaya eksekusi menggunakan suntikan mematikan.

Tim pengacara Pike mengonfirmasi bahwa kliennya telah meninggalkan rumah sakit dan kembali menjalani penahanan di Tennessee. Meski demikian, belum ada penjelasan terperinci mengenai jenis perawatan medis yang akan diterima Pike setelah kembali ke penjara.

Sebelumnya, para pengacara menyatakan bahwa kondisi kesehatan Pike masih membutuhkan proses pemulihan yang panjang.

Ucapan terima kasih

Dalam pernyataan terbaru, Pike menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas darurat dan tenaga medis yang merawatnya setelah eksekusi gagal.

Ia berterima kasih kepada petugas pertolongan pertama dan tim medis yang telah merawatnya dalam situasi luar biasa ini.

Seusai upaya eksekusi pada 30 September, Pike kehilangan kesadaran dan langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Selama beberapa hari, tim hukumnya bahkan menduga Pike telah mengalami kematian otak dan kemungkinan akan segera dilepas dari alat bantu hidup.

Namun, kondisinya berubah ketika ia mulai sadar dan dapat berbicara kembali pada Selasa. Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan kemanusiaan metode eksekusi suntik mati di Amerika Serikat.

Donald Trump
← Kembali ke Amerika

Berita lainnya