Travel

2 menit baca

Dian Prasetyo

Kawasan Ancol Dulunya Merupakan Rawa-Rawa Sarang Nyamuk Malaria

Sebelum menjadi pusat wisata populer di Jakarta, kawasan Ancol yang kini dipenuhi berbagai fasilitas rekreasi ternyata dahulu merupakan wilayah rawa-rawa yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk malaria.

69bfcc2e6fd53.jpg

Kawasan Ancol Dulunya Merupakan Rawa-Rawa Sarang Nyamuk Malaria

Kawasan Ancol di Jakarta Utara saat ini dikenal sebagai salah satu destinasi rekreasi dan pariwisata terbesar di ibu kota. Area ini dipenuhi berbagai tempat wisata, hotel, pusat hiburan, dan fasilitas rekreasi modern yang ramai dikunjungi wisatawan.

Namun kondisi Ancol di masa lampau sangat berbeda dengan penampilannya sekarang. Sebelum bertransformasi menjadi kawasan wisata terpadu, Ancol merupakan wilayah rawa-rawa yang terkenal sebagai sarang nyamuk malaria.

Perubahan wajah Ancol dari rawa menjadi kawasan wisata berlangsung melalui proses panjang dan bertahap, khususnya sejak pemerintah mulai mengembangkan wilayah tersebut pada dekade 1960-an.

Perhatian Terhadap Ancol Sejak Masa Kolonial

Menurut informasi sejarah dari PT Taman Impian Jaya Ancol, kawasan ini sebenarnya telah menarik perhatian sejak awal abad ke-17. Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier pada masa itu melihat potensi Ancol untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Akan tetapi, rencana pengembangan tersebut tidak segera terwujud. Perhatian pemerintah kolonial lebih banyak tercurah pada berbagai persoalan lain, termasuk urusan perang dan administrasi. Akibatnya, potensi Ancol sebagai kawasan wisata belum mendapat pengembangan optimal selama masa kolonial.

Inisiatif Pembangunan Era Soekarno

Ancol kembali mendapat perhatian serius setelah Indonesia merdeka. Memasuki tahun 1960, kondisi kawasan ini masih jauh dari gambaran destinasi wisata modern. Wilayah tersebut tetap berupa rawa-rawa dan menjadi habitat berkembangnya nyamuk malaria.

Perubahan signifikan dimulai ketika pemerintah memiliki visi menjadikan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu. Pada akhir Desember 1965, Presiden Soekarno memerintahkan Gubernur DKI Jakarta Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan kawasan Ancol.

Soemarno ditunjuk sebagai pelaksana proyek pembangunan dan pengembangan Daerah Ancol dengan misi mengubah kawasan rawa tersebut menjadi destinasi wisata yang layak. Sejak saat itulah proses transformasi Ancol dari lahan rawa menjadi kompleks wisata terpadu dimulai secara sistematis.

Pengembangan Ancol menjadi salah satu proyek infrastruktur pariwisata penting pada masa awal kemerdekaan Indonesia, yang kemudian berlanjut hingga menjadikan kawasan ini sebagai ikon wisata Jakarta seperti yang dikenal masyarakat saat ini.

Pariwisata IndonesiaJakarta
← Kembali ke Travel

Berita lainnya