Travel

2 menit baca

Dian Prasetyo

Jagarasa Venue di Bogor Hadirkan Konsep Glass House Tropis untuk Acara Pernikahan

Venue pernikahan di Cijayanti, Bogor ini mengusung konsep Glass House dengan struktur kaca dan interior kayu, mengintegrasikan ruang dalam dengan taman dan kolam di kawasan tropis seluas ratusan meter persegi.

6a9bc716ce5a0.jpeg

Jagarasa Venue di Bogor Hadirkan Konsep Glass House Tropis untuk Acara Pernikahan

Venue pernikahan Jagarasa di kawasan Cijayanti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan resmi dibuka pada 19 September 2026. Lokasi yang berada di Jalan Bukit Sentul ini menawarkan konsep unik berupa Glass House yang dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan perayaan pernikahan di iklim tropis.

Bangunan utama venue ini menampilkan struktur gelap dengan pintu dan dinding panel kaca, dilengkapi interior berplafon kayu. Desain ini bertujuan memadukan ruang dalam dengan Garden Area dan Pool Area yang mengelilinginya, menciptakan pengalaman visual yang terbuka namun tetap terlindungi.

Tantangan Desain di Kawasan Tropis

Menurut pengelola Jagarasa Venue, perancangan ruang perayaan berbasis kaca di daerah tropis menghadapi tantangan khusus dalam menyatukan estetika keterbukaan dengan pengendalian cuaca dan sirkulasi tamu.

Glass House memiliki dimensi total 32 meter kali 13 meter dengan area interior seluas 8 meter kali 20 meter. Fasilitas ini dilengkapi teras di kedua sisi seluas 2,5 meter, lorong depan sepanjang 8 meter, dan panggung dengan panjang 7 meter.

Di daerah tropis, gagasan Glass House ini membawa tantangan tersendiri. Kaca dapat menghubungkan pandangan dengan lanskap, tetapi pengendalian panas, sirkulasi udara, pantulan, dan posisi matahari perlu diperhitungkan.

Sistem Pengendalian Suhu dan Kapasitas

Untuk mengatasi panas terik di siang hari, ruang interior mengandalkan sistem pendingin udara. Namun, efektivitas pendinginan sangat bergantung pada dinamika penggunaan ruangan.

Pengelola menjelaskan bahwa ketika venue digunakan, efektivitas pendinginan akan dipengaruhi oleh jumlah tamu, frekuensi pintu dibuka, penggunaan peralatan, serta durasi acara berlangsung.

Kapasitas Glass House dirancang untuk menampung 200 hingga 300 orang pada format resepsi berdiri. Angka ini dapat diperluas hingga 500 sampai 600 orang jika memanfaatkan seluruh area luar ruangan yang tersedia.

Namun demikian, kapasitas efektif sangat dipengaruhi oleh elemen dekorasi seperti panggung pelaminan, meja prasmanan, area foto, hingga penempatan sistem suara dan pencahayaan.

Kapasitas yang manusiawi tidak cukup dihitung berdasarkan luas lantai, ia perlu dilihat melalui jarak gerak, waktu antre, pandangan ke prosesi, dan kebutuhan akses.

Pembagian Zona Ruang Terintegrasi

Pemanfaatan lanskap tropis di lokasi ini membagi area acara menjadi tiga zona utama, yakni Glass House, Garden Area, dan Pool Area. Pembagian ini dirancang untuk mengalirkan prosesi acara secara bertahap.

Konsep alur acara dimulai dari penyambutan tamu di area terbuka, dilanjutkan dengan prosesi utama di dalam gedung, kemudian diakhiri dengan area relaksasi di sekitar kolam. Integrasi ketiga zona ini bertujuan memberikan pengalaman menyeluruh yang memadukan keindahan arsitektur dengan lanskap alam tropis.

Penataan alur pergerakan tamu menjadi aspek krusial dalam desain venue ini. Pengelola menekankan bahwa perancangan tidak hanya mempertimbangkan luas ruang, tetapi juga kenyamanan gerak pengunjung, waktu tunggu, visibilitas terhadap prosesi acara, serta kemudahan akses ke berbagai fasilitas.

Dengan perpaduan antara struktur kaca modern dan elemen kayu natural, Jagarasa Venue berupaya menghadirkan solusi ruang perayaan yang responsif terhadap kondisi iklim tropis sambil tetap mempertahankan nilai estetika dan fungsionalitas maksimal.

Pariwisata IndonesiaJakarta
← Kembali ke Travel

Berita lainnya