Hiburan

3 menit baca

Citra Dewi

Aghniny Haque Ungkap Pengalaman Pertama Syuting dengan Virtual Production di Film Bisikan Desa Gringsing

Aktris Aghniny Haque berbagi pengalamannya menggunakan teknologi virtual production untuk pertama kali dalam film horor Bisikan Desa Gringsing, yang menjadi salah satu film Indonesia pertama yang diproduksi sepenuhnya dengan teknologi canggih ini.

6a8701e59447d.jpg

Teknologi Virtual Production Memudahkan Akting

Aktris Aghniny Haque mengalami pengalaman baru dalam kariernya saat syuting film horor Bisikan Desa Gringsing. Untuk pertama kalinya, ia berakting menggunakan teknologi virtual production (VP) yang memanfaatkan layar LED beresolusi tinggi untuk menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real-time.

Saat ditemui di Jakarta Pusat pada Kamis (20/8/2026), Aghniny mengungkapkan bahwa teknologi VP sangat membantunya sebagai aktor. "Aku sebagai aktor sih ngerasa kayak ternyata lebih mudah dibanding CGI," ujarnya.

Perempuan berusia 29 tahun itu menjelaskan perbedaan mendasar antara VP dan metode green screen tradisional. Dengan VP, ia tidak perlu berimajinasi keras karena latar belakang sudah ditampilkan langsung di layar LED. "Kalau pakai green screen kan kita kayak ngebayangin imajinasi dari nol, tapi kalau dari VP udah ada background-nya, tinggal kita meresponsnya," katanya.

Adaptasi Cepat di Studio Malaysia

Proses adaptasi Aghniny dengan teknologi baru ini ternyata berlangsung sangat cepat. Ketika tiba di Iskandar Malaysia Studios (IMS) di Johor, Malaysia, ia langsung bisa menyesuaikan diri tanpa kesulitan berarti. Studio yang dibuka pada Juni 2014 ini menyediakan fasilitas produksi terintegrasi dengan berbagai ukuran panggung film serta fasilitas pasca-produksi yang lengkap.

"Nggak ada sih, masuk lokasi langsung kayak nggak ada adaptasinya sama sekali," ungkap Aghniny. Ia hanya perlu lebih disiplin dalam hal arah pandang dan mengikuti pergerakan kamera yang berbeda dari syuting konvensional.

"Cuman mungkin emang lebih disiplin sama arah pandang terus sama kayak yang tadi aku ingetin, syuting di Subang sebenarnya panas, kita harus bawa rasa syuting konvensional terus dibawa ke set yang ber-AC," jelasnya.

Proyek Perintis di Industri Film Indonesia

Bisikan Desa Gringsing menjadi salah satu film horor Indonesia pertama yang diproduksi sepenuhnya menggunakan teknologi virtual production, menandai langkah signifikan dalam perkembangan sinema Asia Tenggara. Film ini merupakan kolaborasi produksi antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Proyek ambisius ini mendapat dukungan pemerintah dari tiga negara, yaitu Infocomm Media Development Authority Singapura, Studios Film Office Malaysia melalui program insentif FIMI+, dan Kementerian Kebudayaan Indonesia. Film yang diproduksi oleh Mandela Pictures bekerja sama dengan Oceanus Media Global (OMG Studios) ini juga telah dipresentasikan di Cannes Film Market 2026 pada Mei lalu, di mana materi promosi pertama diluncurkan.

Pengalaman Aghniny di Genre Horor

Aghniny Haque bukanlah nama baru di genre horor Indonesia. Sebelum membintangi Bisikan Desa Gringsing, ia telah tampil dalam beberapa film horor terkenal seperti Impetigore (2019), KKN di Desa Penari (2022), dan Stealing Raden Saleh (2022).

Perjalanan karier aktingnya dimulai pada 2018 melalui film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, di mana ia memerankan karakter Rara Murni. Sebelum terjun ke dunia akting, Aghniny adalah atlet taekwondo nasional yang berprestasi. Ia bergabung dengan tim nasional Indonesia dari 2011 hingga 2016 dan pernah mencapai peringkat 6 dunia untuk kategori putri. Prestasi internasionalnya termasuk meraih medali perunggu di SEA Games 2013 di Myanmar dan medali perak di kejuaraan taekwondo Asia 2014 di Tashkent, Uzbekistan. Cedera lutut pada 2016 memaksanya mengakhiri karier olahraga dan beralih ke dunia akting.

Film Bisikan Desa Gringsing disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, yang sebelumnya menggarap film horor Kakak (2015) dan Kota Tua Jakarta (2014), serta komedi XXL: Double Extra Large (2009). Film ini diproduseri oleh Manoj Kumar Samtani, Nick CG Tan, dan Deepak Gordhan Samtani.

Film horor misteri ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September 2026.

Kecerdasan BuatanFilm Indonesia
← Kembali ke Hiburan

Berita lainnya